Perkuat Tanggap Darurat Bencana Nasional, Kementerian PU Siapkan Rp351,83 Miliar

Jum'at, 07 November 2025 11:00 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum (foto: istimewa)
Kementerian Pekerjaan Umum (foto: istimewa)

RADARBANGSA.COM - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan anggaran sebesar Rp351,83 miliar untuk mendukung program kesiapsiagaan dan tanggap darurat bencana sepanjang tahun 2025. Dana tersebut difokuskan pada penguatan infrastruktur publik, percepatan penanganan darurat, serta pemulihan pascabencana di seluruh wilayah Indonesia.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pentingnya kecepatan dan ketepatan dalam penanganan bencana, dengan menitikberatkan pada tiga pilar utama kesiapsiagaan nasional di lingkungan Kementerian PU. “Tiga pilar itu adalah Kesiapsiagaan Infrastruktur dan Keselamatan Publik, Komando Terpadu dan Teknologi Respons Cepat, serta Pelayanan Publik yang Manusiawi dan Berkelanjutan,” ujarnya saat memimpin Apel Siaga Bencana Nasional di Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/11/2025).

“Setiap detik menyangkut nyawa. Kementerian PU harus hadir, bekerja cepat, dan memastikan infrastruktur tetap berfungsi untuk keselamatan rakyat,” tegas Menteri PU Dody Hanggodo dalam rilisnya, Kamis, 6 November 2025.

Adapun alokasi anggaran tanggap darurat tersebut terdiri atas Rp300 miliar untuk Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Rp51,8 miliar untuk Direktorat Jenderal Bina Marga. Selain dukungan anggaran, Kementerian PU juga telah menyiagakan 5.755 unit alat berat, 382.044 bahan logistik, serta 3.455 personel di seluruh Indonesia.

Hingga awal November 2025, realisasi penyerapan anggaran telah mencapai 74,4% atau senilai Rp261,9 miliar. Fokus utama diarahkan pada penanganan bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.

“Salah satunya adalah penanganan bencana/tanggap darurat bencana Kabupaten Lumajang dampak bencana banjir lahar dingin Gunung Semeru, Provinsi Jawa Timur dan penanganan bencana abrasi dan banjir rob di Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu,” ungkapnya.

Sementara itu, sisa anggaran sebesar Rp89,9 miliar disiapkan untuk menghadapi potensi bencana akhir tahun, seiring prakiraan BMKG Climate Outlook 2025 yang menunjukkan curah hujan lebih dari 2.500 mm/tahun.

Berdasarkan data BNPB, hingga 2 November 2025 telah terjadi 2.715 bencana di Indonesia, di mana banjir menjadi kejadian terbanyak dengan 1.337 insiden atau 49,24 persen dari total bencana.

Untuk memperkuat kesiapsiagaan di tahun berikutnya, Kementerian PU memproyeksikan kenaikan anggaran tanggap darurat menjadi Rp449,1 miliar pada 2026. Selain itu, penggunaan teknologi informasi juga ditingkatkan melalui aplikasi SITABA (Sistem Informasi Tanggap Darurat Bencana) yang dapat diakses publik di https://sitaba.pu.go.id.




Reporter : Fauzan
Redaktur : M. Isa