Gubernur Koster Hadiri Pertukaran Budaya Long Yan, Singgung Penguatan Diplomasi Indonesia - China

Senin, 10 November 2025 09:01 WIB
Gubernur Koster Hadiri Pertukaran Seni Budaya Long Yan. (Foto: lensabali)
Gubernur Koster Hadiri Pertukaran Seni Budaya Long Yan. (Foto: lensabali)

RADARBANGSA.COM - Gubernur Bali, Wayan Koster mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas dilaksanakannya Pertukaran seni budaya suku warga Long Yan dari mancanegara, oleh Yayasan Paguyuban Warga Long Yan, di Ballroom Hotel Intercontinental, Jimbaran, Badung, pada Jumat (7/11/2025) lalu.

Koster menilai kegiatan ini menjadi bukti bahwa vibrasi Bali sebagai destinasi perdamaian dunia telah memberi keyakinan bagi banyak pihak untuk terus membangun rasa solidaritas dan persaudaraan lintas negara, daerah, dan suku.

"Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari semangat pelestarian nilai-nilai seni dan budaya yang luhur, serta komitmen untuk memperkuat hubungan antar bangsa melalui jalur diplomasi budaya, sekaligus menjadi jembatan antara masyarakat Long Yan dari berbagai negara dan terutama di Provinsi Bali-Indonesia", tegas Gubernur Wayan Koster dikutip Senin (10/11/2025).

Dalam acara tersebut, Koster hadir dengan busana berbahan kain tenun tradisional endek berwarna merah. Ia menjelaskan bahwa pilihan warna tersebut memiliki makna simbolik yang erat dengan budaya Tiongkok serta mencerminkan kedekatan emosionalnya dengan China.

"Saya sangat menghormati hubungan baik antara Indonesia dengan China. Saya hadir sengaja menggunakan baju berbahan kain tenun tradisional endek berwarna merah, sebagai simbol yang sering digunakan oleh masyarakat China, dan saya sangat menyukai warna merah sesuai dengan partai yang saya miliki," imbuhnya.

Lebih lanjut, Koster mengungkapkan kekagumannya terhadap peradaban dan budaya China yang kuat, yang dinilainya memiliki kesamaan dengan karakter budaya Bali yang kaya dan berakar pada nilai-nilai luhur.

"Saya sangat mengetahui bahwa dengan peradaban yang kuat, maka China akan menjadi negara yang kuat dan besar di dunia. Dan China merupakan negara maju yang didukung dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga dikenal oleh masyarakat luas", ungkapnya.

Ia juga menyoroti sosok pemimpin legendaris Tiongkok, Deng Xiaoping, sebagai salah satu tokoh yang dikaguminya karena pandangan pragmatis yang inspiratif. Menurut Koster, kutipan terkenal dari Deng menjadi cerminan kebijaksanaan yang relevan dalam kepemimpinan modern.

“Satu diantara sejumlah hal yang membuat Gubernur Wayan Koster mengangumi China, yakni seorang pemimpin tertinggi Tiongkok masa jabatan dari tahun 1978 sampai dengan 1989, Deng Xiaoping, yang terkenal dengan pernyataannya bahwa ‘dirinya tidak akan pernah membedakan antara kucing berwarna hitam ataupun kucing berwarna putih, yang terpenting dia mampu menangkap tikus.’”

Koster juga mengenang momen bersejarah saat masa kepemimpinannya periode pertama, ketika ia turut menjemput dan mendampingi Presiden Republik Rakyat China, Xi Jinping, dalam kegiatan G20 di Bali tahun 2022.

Ia menegaskan bahwa hubungan erat antara Indonesia dan China harus terus dipupuk, terlebih melihat ketekunan dan loyalitas masyarakat China yang patut dijadikan teladan di bidang ekonomi dan pembangunan.

"Melalui budaya, kita mengenal nilai-nilai luhur yang telah di wariskan oleh para pendahulu kita, yang mengajarkan kepada kita tentang kerja keras, kesetiaan, toleransi dan keharmonisan kehidupan sosial," katanya.

Koster menambahkan, kegiatan pertukaran budaya seperti ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan para seniman dan budayawan, tetapi juga mempertemukan hati dan pikiran dari berbagai latar belakang untuk saling memahami dan menghormati.

"Melalui seni dan budaya pula, kita dapat mengirimkan pesan perdamaian, toleransi dan kemanusiaan kepada dunia, karena hal ini sejalan dengan semangat masyarakat Long Yan yang menjunjung tinggi nilai tradisi, kesadaran dan kebersamaan ditengah tantangan globalisasi ini. Disamping itu, di tengah era digital seperti saat ini, pelestarian budaya tidak hanya bisa dilakukan dengan cara konvensional saja, oleh karenanya kita wajib mendorong generasi muda dalam mempelajari, mengapresiasi dan mengadaptasi budaya dalam bentuk kreativitas dan modernisasi," jelasnya.

Menurut Koster, generasi muda harus menjadi bagian aktif dari pelestarian budaya, bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai pewaris nilai-nilai luhur yang kreatif dan adaptif terhadap zaman.

Pemerintah Provinsi Bali, kata Koster, sangat terbuka untuk bekerja sama dalam bidang kebudayaan. Ia berharap Yayasan Paguyuban Warga Long Yan Jakarta dapat terus bersinergi dengan berbagai lembaga pendidikan dan komunitas seni untuk mengembangkan kegiatan budaya berskala internasional.

"Melalui kerjasama yang berkesinambungan, kita dapat memastikan bahwa nilai-nilai luhur budaya tidak hanya akan mampu bertahan saja, tetapi akan tumbuh dan memberi manfaat bagi masyarakat luas," katanya.

Di akhir sambutannya, Koster menyampaikan harapan besar agar kegiatan ini menjadi langkah awal kerja sama yang lebih erat antara masyarakat Long Yan dari berbagai belahan dunia dengan masyarakat Bali.

“Semoga dari pulau Bali akan memancar pesan damai, persaudaraan dan harmoni bagi dunia,” tegas Gubernur Koster.



Reporter : Arif Setiawan
Redaktur : Rahmad Novandri