Gerakkan Diaspora NTT, Gubernur Melki Safari ke Papua dan Maluku

Senin, 10 November 2025 16:35 WIB
Gubernur NTT Hadiri Dialog Bersama Diaspora NTT - IKB Flobamora Maluku. (Foto: melkilakalena.official)
Gubernur NTT Hadiri Dialog Bersama Diaspora NTT - IKB Flobamora Maluku. (Foto: melkilakalena.official)

RADARBANGSA.COM - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan komitmennya untuk menggerakkan potensi diaspora asal NTT yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Hal itu diwujudkan melalui kunjungan langsung menemui warga Flobamora di Tana Papua dan Maluku.

Dalam lawatannya ke Ambon, Gubernur Melki yang didampingi Kepala Badan Perhubungan NTT, Florida Taty Setiawati, ST, mengajak seluruh diaspora NTT agar turut peduli dan berkontribusi terhadap pembangunan kampung halaman masing-masing. Hal itu sejalan dengan program one village one product (OVOP) atau satu kampung satu produk yang perlu mendapat topangan dari diaspora NTT.

“Program satu kampung satu produk perlu mendapat topangan dari one village one investor yang datang dari diaspora NTT. Hal ini akan mempercepat berbagai program pemerintah yang memang ditujukan untuk desa,” ujar Gubernur Melki di hadapan warga Flobamora Ambon, dikutip Senin (10/11/2025).

Gubernur Melki mengharapkan agar semua diaspora tetap menjaga kebersamaan, terutama dengan warga di mana diaspora berada, dan tentu bagi diaspora yang sukses untuk memperhatikan kampung halaman masing-masing, sehingga semua produk pertanian, perikanan, dan peternakan diolah sampai menjadi produk akhir.

“Selama ini, masih banyak hasil dari NTT dijual sebagai bahan mentah, yang perlu diolah untuk memberikan nilai tambah secara ekonomi,” tegasnya.

Dalam pertemuan itu, warga NTT di Ambon juga menyampaikan aspirasi agar Pemerintah NTT mengaktifkan moda transportasi laut yang menghubungkan NTT-Maluku-Papua. Sebab, moda itu sangat penting untuk mobilitas barang dan jasa.

Menanggapi hal itu, Gubernur Melki menjelaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kementerian terkait dan perusahaan pelayaran nasional untuk mempertimbangkan koneksi laut yang sangat strategis di kawasan timur.

“Karena wilayah laut luas di kawasan timur, maka transportasi laut ini sangat strategis, terutama untuk koneksi antar wilayah di kawasan ini,” katanya.

Ketika bertemu warga Flobamora di Manokwari, Gubernur Melki juga mengingatkan agar diaspora NTT ikut mendorong potensi yang ada di setiap kampung di NTT, seperti meningkatkan sektor pertanian, pekebunan, peternakan, dan ekonomi etnik NTT.

“Kita semua perlu bersama, berkolaborasi untuk memastikan agar hasil bumi pada daerah kita jangan dijual mentah tapi diolah baru dijual untuk meningkatkan nilai tambah,” katanya.

Gubernur menyatakan akan mengatur waktu yang khusus untuk mendengarkan apa saja kendala yang dihadapi warga diaspora. Namun, Gubernur berpesan agar semua warga Flobamora memastikan untuk mengurus dokumen kependudukan, sehingga tidak menjadi hambatan dalam menjalani berbagai aktivitas di perantauan.

Warga Flobamora di Papua Barat juga menyampaikan, agar semua Pemda di NTT untuk lebih mempermudah dan membantu dalam mutasi atau pengurusan KTP di daerah. Selain itu, persoalan layanan transportasi laut yang tidak ada antara NTT-Maluku-Papua sangat menyulitkan mobilitas orang, barang, dan jasa asal NTT dan sebaliknya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Melki menyatakan akan berkoordinasi dengan dukcapil kab/kota di NTT untuk menfasilitasi pembuatan KTP Diaspora NTT.

“Tetapi, warga NTT juga harus mau untuk mengurus KTP di Papua Barat,” katanya.

Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT Jakarta, Florida Taty Setiawati, ST, menjelaskan, dari pertemuan Gubernur NTT dengan warga Flobamora di Tana Papua dan Maluku ada keinginan kuat untuk menjalin kolaborasi sehingga diaspora bisa membantu kampung halaman masing-masing. “Kami akan follow up lebih lanjut mengenai semua hasil pertemuan, sehingga benar-benar diaspora yang memiliki kemampuan untuk berkontribusi bagi kampung halaman, terutama penanganan produk pertanian dan sebagainya,” jelas Taty.

Taty menjelaskan, pihaknya akan terus memperkuat jalinan komunikasi dan konsolidasi dengan diaspora yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.

“Ini sejalan dengan program OVOP. Bapak Gubernur ingin agar potensi diaspora yang ada ikut mendukung berbagai program pemerintah, sehingga bisa mempercepat perkembangan ekonomi di kampung halaman,” tuturnya.



Reporter : Arif Setiawan
Redaktur : Rahmad Novandri