Ziarah Hari Pahlawan Ke-80, Semangat Nasionalisme Menggema di Blitar

Senin, 10 November 2025 21:31 WIB
Ziarah hari pahlawan di Makam Bung Karno di Blitar, Senin (10/11). (Foto: pemkot blitar)
Ziarah hari pahlawan di Makam Bung Karno di Blitar, Senin (10/11). (Foto: pemkot blitar)

RADARBANGSA.COM - Suasana khidmat mewarnai Upacara Ziarah Hari Pahlawan ke-80 di Makam Bung Karno, Senin pagi (10/11/2025).

Upacara dipimpin Kapolres Blitar Kota AKBP Titus Yudho Uly dan dihadiri Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, Forkopimda, serta jajaran TNI-Polri.

AKBP Titus Yudho Uly menegaskan bahwa peringatan Hari Pahlawan bukan sekadar seremoni, melainkan momen refleksi untuk memperkuat persatuan dan semangat kebangsaan.

Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini lahir dari pengorbanan besar para pahlawan.

“Peringatan Hari Pahlawan sangat bermakna bagi seluruh bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Jawa Timur. Tanggal 10 November menjadi pengingat pertempuran heroik di Surabaya, simbol keberanian dan persatuan rakyat. Dengan semangat Hari Pahlawan, kita berharap bangsa semakin bersatu menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Wali Kota Blitar, Mas Ibbin, turut menekankan pentingnya tradisi ziarah sebagai simbol nasionalisme dan pengingat sejarah perjuangan.

Ia menyebut bahwa penghormatan kepada pahlawan bukan hanya formalitas, tetapi juga pembelajaran bagi generasi penerus tentang arti perjuangan dan penghargaan terhadap jasa pendahulu.

“Tugas kita tidak hanya meneladani, tetapi juga mendoakan para pejuang yang telah mempertaruhkan segalanya.

Dengan berziarah, kita sadar bahwa bangsa ini berdiri karena pengorbanan, bukan kebetulan. Menghormati pahlawan berarti menjaga nilai kebangsaan agar tidak luntur,” katanya.

Upacara ditutup dengan tabur bunga di pusara Proklamator Bung Karno serta doa bersama untuk seluruh pahlawan bangsa.

Pemkot Blitar berharap peringatan Hari Pahlawan ke-80 dapat menumbuhkan semangat cinta tanah air dan memperkuat nilai pengorbanan sebagai energi kolektif dalam membangun bangsa yang maju, bersatu, dan berdaulat.



Reporter : Nabiel Ba Ramadani
Redaktur : Rahmad Novandri