BPK Temukan Kerugian Rp50 Miliar, Kasus Korupsi MTN Bank NTT Menguat

Selasa, 11 November 2025 12:02 WIB
Kasipenkum Kejaksaan Tinggi NTT A.A.Rhaka Putra Dharmana. (Foto: rri)
Kasipenkum Kejaksaan Tinggi NTT A.A.Rhaka Putra Dharmana. (Foto: rri)

RADARBANGSA.COM - Kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pembelian surat berharga Medium Term Note (MTN) senilai Rpm50 miliar dari PT SNP Finance oleh PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (BPD NTT) atau Bank NTT hampir tuntas.

Pasalnya, tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) telah menerima hasil perhitungan kerugian negara (PKN) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) di Jakarta, Minggu (9 November 2025).

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati NTT, Alfons G. Loe Mau, kepada wartawan mengaku bahwa penyidik Tipidsus Kejati NTT telah menerima hasil PKN dari BPK RI.

“Penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) telah menerima hasil perhitungan kerugian negara (PKN) dalam kasus dugaan Tipikor pembelian surat berharga MTN senilai Rp 50 miliar dari PT SNP Finance oleh Bank NTT. Hasil perhitungan BPK RI, kerugian negara mencapai Rp 50 miliar,” tegas Alfons Loe Mau.

Mantan Kajari Belu ini kembali menegaskan bahwa dengan diterimanya hasil PKN dari BPK RI oleh penyidik Tipidsus Kejati NTT, maka penyidik telah mengantongi calon tersangka dalam kasus itu.

“Karena hasil perhitungan kerugian negara dari BPK RI sudah kami terima, maka penyidik Tipidsus Kejati NTT telah mengantongi calon tersangka,” tegas lagi Alfons Loe Mau.

Ditambahkan Alfons, untuk kasus dugaan Tipikor pembelian surat berharga MTN senilai Rp 50 miliar dari PT SNP Finance oleh Bank NTT, maka penyidik Tipidsus Kejati NTT segera umumkan tersangka dalam kasus itu.

“Yang jelas dalam waktu dekat penyidik Tipidsus Kejati NTT segera mengumumkan tersangka dalam kasus senilai Rp 50 miliar tersebut,” ujar Aspidsus Kejati NTT.

Terpisah, Kasi Penkum Kejati NTT, A. A. Raka Putra Dharmana, kepada wartawan membenarkan bahwa hasil PKN kasus MTN senilai Rp 50 miliar telah diterima penyidik Tipidsus Kejati NTT.

Menurut Kasi Penkum, hasil PKN dari BPK RI diterima langsung oleh Koordinator Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati NTT, Mourest Aryanto Kolobani, S.H., M.H., di Jakarta.

“Iya benar. Hasil PKN sudah diterima dari BPK RI di Jakarta. Hasil PKN kasus MTN ini diterima langsung oleh Koordinator Bidang Pidsus Kejari NTT, Mourest Aryanto Kolobani,” ungkap Jubir Kejati NTT ini.

Untuk diketahui, dalam kasus ini penyidik Tipidsus Kejati NTT telah memeriksa mantan Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho, dan Kepala Divisi Treasury Bank NTT, Zet Lamu. Bahkan, penyidik Tipidsus Kejati NTT juga telah memeriksa beberapa pejabat penting di Jakarta yang berkaitan dengan kasus pembelian MTN dari PT SNP Finance oleh Bank NTT senilai Rp 50 miliar.



Reporter : Arif Setiawan
Redaktur : Rahmad Novandri