Industri AMDK Jadi Penopang Utama Pertumbuhan Manufaktur Nasional

Jum'at, 14 November 2025 06:01 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (foto: istimewa)
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (foto: istimewa)

RADARBANGSA.COM - Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) terus menunjukkan kinerja positif dan menjadi sektor penting dalam memperkuat struktur industri manufaktur nasional. Tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat akan air minum berkualitas, industri ini juga menjadi bagian strategis dari rantai pasok sektor makanan dan minuman yang semakin kompetitif di tingkat global.

“Industri AMDK memiliki posisi strategis dalam ekosistem manufaktur nasional karena menopang sektor makanan dan minuman yang menjadi kontributor utama terhadap pertumbuhan industri pengolahan nonmigas,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam rilisnya, Kamis, 13 November 2025.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Triwulan III Tahun 2025, sektor industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,58 persen (year-on-year), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,04 persen. Dari capaian tersebut, sektor ini berkontribusi 1,04 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 17,39 persen dan menyerap lebih dari 20 juta tenaga kerja. Sub sektor makanan dan minuman menjadi penyumbang utama dengan pertumbuhan mencapai 6,49 persen.

Menperin Agus menuturkan, industri AMDK berhasil menjaga stabilitas pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi global. Jika pada tahun 1973 hanya terdapat satu pabrik dengan kapasitas enam juta liter per tahun, kini jumlahnya melonjak menjadi 707 pabrik dengan kapasitas terpasang nasional mencapai 47 miliar liter per tahun dan menyerap sekitar 46 ribu tenaga kerja langsung.

“Selama lima tahun terakhir, tingkat utilisasi industri AMDK konsisten di atas 70 persen, menandakan daya tahan industri ini terhadap berbagai dinamika ekonomi,” ungkapnya.

Menurutnya, Sektor AMDK juga berperan dalam memperkuat ekspor makanan dan minuman dengan pertumbuhan rata-rata 11,4 persen per tahun. Hingga kini, tercatat 1.348 sertifikat SNI aktif untuk produk AMDK sebagai bentuk komitmen pelaku usaha dalam menjaga mutu dan keamanan produk sesuai standar nasional.

Dalam konteks transformasi industri menuju era digital, dua pabrik AMDK yakni PT Tirta Investama Plant Pandaan dan Banyuwangi telah ditetapkan sebagai National Lighthouse Industry 4.0 karena dinilai sukses menerapkan teknologi cerdas dan efisiensi energi.

“Dari jumlah yang masih dibawah satu persen tersebut, saya men-challenge rekan-rekan ASPADIN untuk menambah lagi jumlah pabrik AMDK yang nantinya akan menjadi National Lighthouse Industry 4.0,” katanya.




Reporter : Ainur Rasyid
Redaktur : M. Isa