RADARBANGSA.COM - Gubernur Bali Wayan Koster menilai penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Barongsai 2025 di Bali tidak hanya sebagai ajang olahraga, melainkan juga bagian dari upaya pelestarian budaya. Event ini berlangsung di Prime Plaza Sanur, Denpasar, mulai 22–24 November 2025.
Koster mengatakan pelaksanaan event tersebut sejalan dengan arah pembangunan Bali yang berbasis pada penguatan budaya daerah. Ia menyebut barongsai sebagai budaya Tionghoa yang kini diterima luas oleh masyarakat Indonesia.
"Saya pertama kali mendengar kaget ada Kejurnas Barongsai. Ajang ini menunjukkan bahwa barongsai yang merupakan budaya China bisa diterima baik oleh masyarakat Indonesia bahkan dunia. Saya mengucapkan terima kasih atas dipilihnya Bali sebagai tuan rumah," kata Koster di Denpasar, Sabtu (23/11/2025).
Ia menambahkan bahwa olahraga berbasis budaya menjadi bagian penting dari karakter pariwisata Bali yang kini terus dikembangkan oleh pemerintah daerah.
"Menurut saya sekaligus juga ajang ini menjadi wahana untuk melestarikan budaya barongsai dan juga memajukan olahraga berbasis budaya," ujarnya.
Koster menyebut kehadiran atlet dan peserta dari berbagai provinsi turut menjadi dorongan bagi pariwisata Bali yang saat ini mulai kembali bangkit pascapandemi.
"Ada pariwisata berbasis budaya, berbasis pendidikan, kesehatan, dan olahraga. Tentu saja kehadiran peserta dari 18 provinsi selain mengikuti kejurnas juga menghidupkan kepariwisataan Bali," katanya.
Pemerintah Provinsi Bali juga memberikan dukungan agar event berskala dunia untuk olahraga barongsai dapat digelar di Bali pada masa mendatang.
"Ketua pengurus besar meminta rekomendasi Pemprov Bali, sudah pasti kami berikan. Kalau sudah dipastikan di Bali, kami akan persiapkan sejak awal tempat yang layak. Saya yakin kalau Bali jadi tuan rumah, peminatnya semakin bergairah datang," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kejurnas Barongsai 2025 Ary Wirawan mengatakan sebanyak 18 tim dari berbagai provinsi mengikuti kompetisi ini dengan total 600 atlet.
"Kejurnas kali ini mempertandingkan 12 kategori memperebutkan empat piala, yaitu Piala Gubernur Bali, Piala Wali Kota Denpasar, Piala Ketua KONI Pusat, dan Piala KONI Bali," jelas Ary.
Ia berharap penyelenggaraan kompetisi ini di Bali dapat memperkuat citra barongsai sebagai olahraga budaya yang layak mendapat perhatian nasional maupun internasional.