RADARBANGSA.COM - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mencatat sebanyak 359 ribu warga mendaftar dalam program Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) selama masa piloting 18 September hingga 15 Oktober 2025. Jumlah tersebut melampaui target awal yang ditetapkan, yaitu 320 ribu pendaftar.
“Kami jemput bola, terjun ke masyarakat langsung yang membutuhkan bansos, untuk dibantu proses pendaftarannya, terutama pada mereka yang kesulitan mendaftar secara digital atau tidak memiliki HP,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Jawa Timur, dikutip Sabtu (6/12/2025).
Banyuwangi ditunjuk pemerintah pusat sebagai daerah percontohan pendaftaran bansos berbasis digital. Ipuk menyebut pihaknya telah memaparkan berbagai langkah percepatan program itu dalam agenda hybrid bersama Kementerian Dalam Negeri pada Kamis (4/12).
Ia menjelaskan, ribuan agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) turut dikerahkan untuk membantu masyarakat mengakses pendaftaran. Mereka terdiri dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), operator desa, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK), kader dasawisma, hingga camat dan lurah.
“Pelibatan agen ini untuk mengatasi keterbatasan akses teknologi dan kendala lainnya dari para penerima bansos, terutama lanjut usia yang tidak bisa melakukan pendaftaran secara mandiri. Kami pun aktif mengomunikasikan program ini ke masyarakat karena menurut kami bakal lebih tepat sasaran,” ujar Ipuk.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Digitalisasi Bansos di Banyuwangi bukan hanya fokus pada jumlah pendaftar, melainkan memastikan warga yang benar-benar membutuhkan dapat terfasilitasi.
“Tidak semata-mata mengejar target angka, tapi prinsip utamanya adalah masing-masing pribadi yang merasa membutuhkan bisa daftarkan diri,” kata Ipuk.