Kampung Adat Waru Wora Dilalap Api, 42 KK Kehilangan Tempat Tinggal

Minggu, 07 Desember 2025 15:01 WIB
Kebakaran Kampung Adat Waru Wora. (Foto: gorisngura11)
Kebakaran Kampung Adat Waru Wora. (Foto: gorisngura11)

RADARBANGSA.COM - Sebanyak 161 jiwa dari 42 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi setelah kebakaran hebat melalap 28 rumah adat di Kampung Waru Wora, Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Para warga kini tinggal di rumah-rumah tetangga yang tidak terdampak kebakaran yang terjadi pada Jumat (5/12) lalu.

“Warga yang terdampak saat ini masih bertahan di lokasi kebakaran, mereka tinggal di rumah-rumah tetangga yang tidak ikut terbakar,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Sumba Barat, Antonius Kabba, dikutip Minggu (7/12/2025).

BPBD Sumba Barat telah menurunkan personel untuk melakukan penanganan awal di lokasi kejadian. Bantuan darurat berupa makanan, minuman, dan kebutuhan pokok telah disalurkan kepada warga. Penanganan medis dan distribusi obat-obatan ditangani oleh Rumah Sakit Pratama (RSP) Hobakalla.

“Kebutuhan pokok sudah kami distribusikan untuk sementara waktu sampai pasca pemulihan. Setelah itu baru kami serahkan bantuan stimulan untuk rehabilitasi,” jelas Antonius.

Ia menyampaikan bahwa ratusan warga terdampak termasuk anak-anak sekolah. Namun, dipastikan tidak ada ibu hamil, ibu menyusui, maupun balita yang menjadi korban terdampak langsung.

“Hanya anak-anak saja yang terdampak. Kalau ibu hamil dan lain-lain itu tidak ada. Hari ini juga mereka sudah dirikan tenda darurat,” terang Antonius.

BPBD Sumba Barat juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Barat terkait proses pembangunan kembali rumah-rumah adat yang terbakar. Kampung Adat Waru Wora diketahui sebagai situs budaya penting masyarakat Lamboya.

“Kami masih koordinasi lagi dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif karena itu merupakan kampung situs sejarah. Jadi, kami dari BPBD hanya sementara waktu memberikan sumbangan stimulan saja,” pungkas Antonius.

Kampung Adat Waru Wora memiliki 36 rumah adat berbentuk menara dengan atap ilalang serta dinding kayu dan bambu. Dari jumlah tersebut, 26 unit hangus total dan dua lainnya terbakar sebagian dalam kebakaran.



Reporter : Arif Setiawan
Redaktur : Rahmad Novandri