RADARBANGSA.COM - Pantai menjadi sumber terbesar timbulan sampah wisata di Gunungkidul yang mencapai sekitar 4.000 ton per hari, terutama saat akhir pekan dan masa libur panjang.
Dengan total 114 pantai dan 66 di antaranya sudah dibuka untuk kunjungan wisata, aktivitas wisatawan meningkat tajam setiap momentum liburan.
Meski Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama kelompok sadar wisata telah melakukan pengambilan sampah, keterbatasan sumber daya manusia membuat penanganan kebersihan belum merata di seluruh titik.
Menyambut libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Dinas Pariwisata (Dispar) menegaskan pentingnya kesiapan kebersihan selain pengamanan dan rekayasa lalu lintas. Rapat koordinasi lintas sektor juga disiapkan untuk mempercepat dan memperkuat pengelolaan sampah.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dispar Gunungkidul, Supriyanta, menyampaikan bahwa produksi sampah wisata yang menyentuh angka 4.000 ton per hari sebagian besar berasal dari kawasan pantai.
Angka itu merupakan rata-rata harian yang naik signifikan pada akhir pekan dan libur panjang.
“Data itu dihitung dari seluruh destinasi di Gunungkidul, tetapi pantai menjadi penyumbang utama,” jelasnya, Minggu (7/12/2025).
Gunungkidul memiliki 114 pantai, sementara 66 lokasi telah dibuka sebagai destinasi wisata. Sampah juga muncul dari lokasi lain seperti Gua Pindul dan Nglanggeran. Namun, minimnya personel dan armada membuat penanganan sampah belum optimal.
Supriyanta menambahkan, sejumlah pantai dikelola bersama pemerintah dan kelompok sadar wisata, sementara DLH turut menempatkan personel untuk pengangkutan sampah di beberapa titik.
“Karena keterbatasan SDM dan sarana-prasarana, tidak semua lokasi bisa terlayani. Maka pengelolaan melalui TPS 3R atau pengelolaan mandiri terus didorong,” katanya.
Fokus Kebersihan dan Keamanan Menjelang Nataru
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windu Wardana, mengatakan pihaknya telah mengeluarkan surat edaran persiapan Natal dan Tahun Baru bagi pelaku usaha pariwisata. Salah satu poin yang ditekankan adalah kewajiban menjaga kebersihan dan keamanan destinasi.
Menjelang puncak kunjungan akhir tahun, Dispar akan menggelar rapat koordinasi bersama Polres, Kodim, Satpol PP, BPBD, DLH, Dishub, Kominfo, Dinas Kesehatan, hingga pemerintah kalurahan. Pertemuan tersebut akan membahas rekayasa pengamanan, mitigasi bencana, dan strategi pengelolaan sampah selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
“Target PAD tahun ini Rp33,5 miliar. Hingga awal Desember baru mencapai Rp24,7 miliar, sehingga masih kurang sekitar Rp9 miliar. Meski berat, kami optimistis bisa tercapai. Hal ini juga akan menjadi pembahasan dalam rapat nanti,” ujarnya.