RADARBANGSA.COM - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memastikan kebutuhan dasar warga terdampak bencana di Kabupaten Agam tetap terpenuhi, khususnya akses terhadap air bersih. Langkah ini dilakukan menyusul masih berlangsungnya pengungsian warga akibat bencana susulan di Kecamatan Tanjung Raya.
Kementerian PU mengoptimalkan dukungan sarana dan prasarana air bersih di wilayah terdampak untuk menjaga kesehatan serta kelayakan hidup masyarakat selama masa tanggap darurat. Hingga Selasa (6/1/2026), puluhan kepala keluarga masih bertahan di lokasi pengungsian karena kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya aman.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa kehadiran negara menjadi krusial dalam situasi bencana, terutama untuk menjamin pemenuhan layanan dasar bagi masyarakat terdampak.
“Prinsip kami adalah memastikan masyarakat terdampak mendapatkan layanan dasar yang layak dan aman selama masa tanggap darurat,” kata Menteri Dody.
Di Kecamatan Tanjung Raya, pengungsian warga terpusat di SMP Negeri 1 Maninjau yang menampung sekitar 44 kepala keluarga dari Jorong Pasar Maninjau. Untuk mendukung kebutuhan air bersih di lokasi tersebut dan wilayah sekitarnya, Kementerian PU telah mengoperasikan Sistem Penyediaan Air Minum Tanggap Darurat (SiPly MTA).
Selain itu, Kementerian PU juga menyalurkan sejumlah hidran umum berkapasitas 2.000 liter. Pasar Maninjau mendapatkan satu unit hidran untuk melayani sekitar 220 jiwa, Jorong Pasar Kelurahan Maninjau satu unit untuk sekitar 200 jiwa, serta Muara Pisang satu unit untuk sekitar 201 jiwa.
Secara keseluruhan, melalui Tim Tanggap Darurat Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat, Kementerian PU telah menyalurkan total 22 unit hidran umum di wilayah terdampak Kabupaten Agam.