Shortcut Singaraja-Mengwitani Diresmikan, Koster Tancap Gas Pembangunan Infrastruktur

Jum'at, 09 Januari 2026 09:01 WIB
Groundbreaking Pembangunan Shortcut Singaraja–Mengwitani. (Foto: pu_jalan_jatimbali)
Groundbreaking Pembangunan Shortcut Singaraja–Mengwitani. (Foto: pu_jalan_jatimbali)

RADARBANGSA.COM - Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan fokus pembangunan infrastruktur yang menghubungkan seluruh wilayah Pulau Bali dalam lima tahun ke depan. Hal itu disampaikan saat peresmian pembangunan lanjutan Jalan Shortcut Singaraja–Mengwitani di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, pada Rabu (7/1) lalu.

Menurut Koster, sektor pariwisata masih menjadi penopang utama perekonomian Bali dengan kontribusi mencapai 66 persen. Lonjakan kunjungan wisatawan dinilai memperkuat urgensi pembangunan infrastruktur penunjang.

“Pariwisata Bali memberi manfaat luar biasa. Tahun 2025 hingga 31 Desember, jumlah wisatawan mencapai 7,05 juta orang, tertinggi sepanjang sejarah. Sebelum Pandemi Covid-19 hanya sekitar 6,2 juta. Jadi, kalau ada yang bilang Bali sepi, itu keliru. Bali justru mengalami lonjakan yang sangat signifikan,” kata Koster dikutip Jumat (9/1/2026).

Ia mengakui tingginya aktivitas pariwisata turut memicu persoalan kemacetan yang kian kompleks. Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan tanpa dukungan infrastruktur dan sistem transportasi yang memadai.

“Masalah macet ini tidak bisa diselesaikan dengan ceramah. Ini soal infrastruktur jalan dan moda transportasi. Karena itu, lima tahun ke depan kita fokus pada pembangunan infrastruktur yang menghubungkan Bali utara, selatan, timur, barat, hingga Bali tengah,” imbuhnya.

Koster juga menyebut keterbatasan anggaran daerah membuat dukungan pemerintah pusat menjadi sangat penting dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Bali.

“Masalahnya, daerah tidak punya anggaran cukup besar untuk menyelesaikan persoalan kemacetan ini sendirian. Kalau tidak segera ditangani, Bali bisa merosot daya saingnya karena isu kemacetan terus-menerus,” katanya.

Ia menegaskan percepatan pembangunan Jalan Shortcut Singaraja–Mengwitani menjadi prioritas sejak awal periode keduanya sebagai Gubernur Bali. Pembangunan titik 9 dan 10 saat ini telah berjalan.

“Pembangunan shortcut ini kebutuhannya sangat mendesak, baik untuk pelayanan transportasi penumpang maupun logistik. Karena itu saya mohon agar pembangunan Titik 9 dan 10 dapat segera dilanjutkan, dan sekarang sudah berjalan,” ujar Gubernur Koster.

Ia memastikan proyek berjalan sesuai tahapan tanpa hambatan, termasuk dalam proses perencanaan dan pelaksanaan.

“Bukan untuk mengintervensi, tapi saya pastikan semua berjalan sesuai tahapan dan tidak berlarut-larut. Setelah siap semua, saya carikan hari baik, dan ditetapkan 7 Januari 2026,” jelasnya.

Koster menargetkan pembangunan shortcut Singaraja–Mengwitani dapat dituntaskan hingga titik 12 sebelum masa jabatannya berakhir.

“Saya ingin jalan shortcut ini tuntas minimal sampai titik 12 sebelum masa jabatan saya berakhir,” pungkasnya.



Reporter : Arif Setiawan
Redaktur : Rahmad Novandri