RADARBANGSA.COM - Seorang warga Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Yoseph Bahtiar Irawan (46), meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan belasan anak punk. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (4/2) sekitar pukul 21.00 WIB di tepi jalur Banyuwangi–Situbondo.
Menurut keterangan keluarga, kejadian bermula saat tiga anak punk mengamen di rumah korban yang berada di pinggir jalan. Cekcok sempat terjadi sebelum ketiganya berlari dan dikejar korban. Sekitar 100 meter dari lokasi awal, korban justru bertemu kelompok anak punk lain dalam jumlah lebih banyak dan langsung menjadi sasaran pengeroyokan.
“Ada sekitar 10-15 orang anak punk. Kakak saya dipukuli sampai terkapar,” kata adik korban, Trias Oktania.
Pengeroyokan baru berhenti setelah warga berdatangan. Para pelaku kemudian meninggalkan lokasi dengan menumpang truk towing ke arah Situbondo. Namun aksi mereka disebut sempat diwarnai selebrasi setelah korban terkapar.
“Setelah memukuli mereka pergi sambil kayak merayakan diatas truk towing,” ujarnya.
Sejumlah saksi juga melihat para pelaku mengacungkan jari tengah saat meninggalkan lokasi. Sementara itu korban yang sudah tak berdaya dievakuasi warga ke rumah sakit dalam kondisi kritis.
Korban dilarikan ke RSUD Blambangan. Menurut keluarga, Yoseph mengalami luka berat di bagian kepala. Ia sempat mendapat perawatan sekitar satu jam sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
“Banyak luka di bagian kepala, hidungnya penyok dan muntah-muntah. Saat di rumah sakit sudah tidak sadarkan diri setelah sejam dirawat meninggal dunia,” bebernya.
Kematian Yoseph meninggalkan beban berat bagi keluarga. Ia merupakan tulang punggung keluarga dan meninggalkan seorang istri serta anak yang masih duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Namun informasi yang dihimpun menyebutkan sejumlah terduga pelaku telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.