RADARBANGSA.COM - Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menegur jajaran Pemerintah Kabupaten Ngada setelah seorang siswa sekolah dasar di Desa Nenowea bunuh diri karena diduga tidak mampu membeli perlengkapan sekolah. Melki mengaku malu karena hingga malam setelah kejadian, belum ada perwakilan resmi pemerintah daerah yang datang menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Dalam video yang diunggah di akun Instagram resminya, @melkilakalena.official, Melki memperingatkan pejabat daerah agar tidak menganggap peristiwa itu sebagai kejadian biasa.
"Tadi malam saya cek terakhir, belum ada Pemda Ngada datang mewakili pergi menyampaikan belasungkawa pada ini keluarga korban. Kan gila model begini! Enggak boleh begitu Pak Sekda, enggak boleh!” kata Melki dalam video yang diunggah pada Kamis (5/2/2026).
Melki memerintahkan agar perwakilan resmi segera dikirim. Ia menyebut peristiwa itu sebagai kegagalan pemerintah dalam melindungi warganya yang paling rentan.
“Kita gagal sebagai pemerintah. Malu saya sebagai Gubernur model begini. Kita gagal Pak Sekda. Turunkan orang, harus ke sana. Kuburannya tidak boleh pakai tanah, kuburkan dia dengan layak. Kita harus seperti Mother Teresa,” ujar Melki.
Gubernur juga meminta para pejabat meneladani semangat kemanusiaan Mother Teresa dalam memperlakukan jenazah korban. Ia mendesak jajarannya menunjukkan empati dan kasih.
“Jangan lagi ada model-model begini kejadian,” katanya.
Dalam video yang sama, Melki meluapkan kekesalannya terhadap pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dinilainya tidak terasa manfaatnya. Ia menyoroti besarnya aliran anggaran ke NTT yang menurutnya tidak sebanding dengan kenyataan di lapangan.
“Enggak boleh Pak Sekda, ini enggak boleh. Ini cukup, ini yang terakhir,” kata Melki dalam video tersebut.
Ia kemudian memerintahkan agar perangkat sosial berjenjang hingga tingkat RT dan RW diaktifkan kembali untuk mendeteksi warga yang kesulitan ekonomi. Menurut Melki, tidak boleh ada warga yang terabaikan hanya untuk kebutuhan dasar.
“Kalau ada yang miskin susah, kita urus! Uang ada kok, walaupun terbatas, uang kita ada. Uang kita masih ada untuk kasih makan orang, hanya sekadar beli buku tulis dan bolpoin, yang penting kita baku tahu kita baku bantu,” ujar Melki.