Jelang MotoGP 2026, Gubernur NTB Petakan Masalah Lama dan Skema Hosting Fee

Jum'at, 06 Februari 2026 22:32 WIB
Arahan Gubernur NTB. (Foto: iqbal_lalu_muhamad)
Arahan Gubernur NTB. (Foto: iqbal_lalu_muhamad)

RADARBANGSA.COM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai melakukan evaluasi menyeluruh untuk persiapan pelaksanaan MotoGP 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang di Sirkuit Mandalika. Evaluasi dilakukan bersama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah untuk memastikan kesiapan sebagai tuan rumah.

Evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya menjadi fondasi utama pembahasan. Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, pemerintah daerah sengaja membongkar ulang seluruh catatan teknis agar persoalan lama tidak terulang.

“Kita mulai dengan evaluasi dulu, apa sih tahun kemarin persoalan-persoalannya. Termasuk hosting fee juga tadi kita bahas,” ujarnya, Kamis (5/2).

Menurut Iqbal, sebagian persoalan sudah mulai menemukan titik terang. Namun untuk isu hosting fee kepada Dorna sebagai pemilik hak komersial MotoGP, Pemprov NTB memilih membawanya ke pembahasan bersama pemerintah pusat.

“Beberapa masalah sudah ada hilal untuk penyelesaiannya satu per satu. Termasuk hosting fee juga tadi kita bahas dan itu akan menjadi kesepakatan kita untuk sama-sama diskusi dengan pemerintah pusat,” jelasnya.

Ia menegaskan skema final belum bisa diumumkan karena masih menunggu pembahasan lanjutan.

“Belum (tahu skemanya) itu akan kita bahas dengan pemerintah pusat. Tapi kita sudah memahami persoalannya dan itu menjadi salah satu isu utama yang akan kita perjuangkan sama-sama ke depannya,” ungkapnya.

Di sisi penyelenggara, Direktur InJourney Maya Watono menilai MotoGP tetap menjadi instrumen penting untuk menjaga daya tarik Mandalika di mata wisatawan dan investor.

“Jadi event ini sebenarnya pemantik, kenapa ini pentingnya,” ujar Maya.

Namun ia mengingatkan, MotoGP Mandalika 2026 berpotensi berbenturan jadwal dengan Formula 1 di Singapura. Situasi ini dinilai menuntut dukungan penuh seluruh pemangku kepentingan agar daya saing event tetap terjaga.

“Jadi kita tahu bahwa memang ini adalah suatu kompetisi. Jadi bagaimana kita juga harus bertahan bahwa ini suatu event yang baik untuk NTB. Pastinya, Pemprov dan stakeholder sangat mendukung, dan kami sebagai penyelenggara juga berkomitmen untuk mendukung lebih terhadap pelaksanaan event ini,” jelasnya.

Selain MotoGP, kawasan Mandalika juga disiapkan sebagai pusat sport tourism sepanjang tahun. Pada Juni mendatang dijadwalkan berlangsung Pocari Run serta sejumlah event lari maraton yang memanfaatkan lintasan sirkuit.

Penguatan destinasi turut diarahkan pada infrastruktur penunjang, terutama Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid. Pembenahan bandara diproyeksikan untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan dan memperkuat posisi Lombok sebagai gerbang pariwisata.

Melalui pembaruan Masterplan Mandalika 2026, kawasan seluas sekitar 1.175 hektare dikembangkan dengan konsep berkelanjutan. Sebanyak 66 persen area menjadi zona developable dan 34 persen non-developable, termasuk ruang terbuka hijau publik yang mencapai 19 persen.

“Saya berharap Bandara Lombok segera melakukan perbaikan fisik agar wisatawan yang transit merasa betah berlama-lama. Desain ruang tunggu perlu dipercantik dan peralatan bagasi harus diperbarui dengan teknologi yang lebih modern,” ujar Gubernur.

Iqbal juga membuka peluang kerja sama pengelolaan layanan VIP Airport dengan pihak swasta untuk melayani tamu penting, investor, serta delegasi internasional.



Reporter : Arif Setiawan
Redaktur : Rahmad Novandri