RADARBANGSA.COM - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk bekerja ke luar negeri. Hal tersebut karena Pemerintah terus memperkuat strategi transformasi pekerja migran Indonesia (PMI) menjadi tenaga kerja terampil dan berdaya saing global.
Menko PM menegaskan bahwa arah kebijakan penempatan ke depan tidak lagi berorientasi pada kuantitas semata, melainkan kualitas dan akses ke negara-negara dengan standar upah tinggi serta sistem perlindungan yang kuat.
“Saya dan Pak Menteri P2MI akan segera rapat dengan duta-duta besar melalui online maupun langsung menyangkut prospek pasar dan persiapan pemberangkatan tenaga kerja skill, minimal lulusan SMK dan SMA untuk bisa bekerja sebanyak-banyaknya di sektor-sektor yang memberi keuntungan banyak kepada para pekerja kita," kata Cak Imin dikutip dari laman resmi, Rabu (25/2/2026).
Menko PM juga menyoroti pentingnya peran atase ketenagakerjaan dan perwakilan RI di luar negeri untuk membuka akses pasar kerja yang lebih luas, termasuk ke negara-negara dengan standar gaji tinggi dan jaminan sosial yang lebih baik.
“Saya sampaikan kepada para duta besar di berbagai negara untuk segera menyiapkan satu skema bisnis proses yang lebih detail,” terangnya.
Pemerintah menargetkan lulusan minimal SMA/SMK dan pendidikan vokasi untuk mengisi peluang kerja di sektor-sektor strategis di berbagai negara tujuan. Di antaranya, Jepang, Korea, Eropa, Amerika dan berbagai negara tujuan lainnya.
“Jadi, kita tidak ingin di bawah SMK atau SMA yang berangkat ke luar negeri. Karena kalau tingkat pendidikan di bawah itu banyak mengandung resiko, terutama menjadi pekerja domestic workers," tukasnya.
“Dengan skilled workers itu peluangnya sangat bagus sehingga tugas kami, terutama Kementerian P2MI untuk memfasilitasi itu dan Pak Presiden sangat support agar warga kita yang ingin bekerja ke luar negeri dengan prospek yang bagus itu difasilitasi,” tambahnya.