Perkuat Moderasi, DPRD Jatim Gelar Sosialisasi `The Art of Aswaja`

Senin, 02 Maret 2026 21:31 WIB
Foto bersama seusai acara Sosialisasi The Art of Aswaja. (Foto: Tim Media Laili Abidah)
Foto bersama seusai acara Sosialisasi The Art of Aswaja. (Foto: Tim Media Laili Abidah)

RADARBANGSA.COM - Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKB, Laili Abidah, menggelar sosialisasi bertajuk The Art of Aswaja. Kegiatan yang bertujuan memperkuat nilai keislaman dan kebangsaan ini berlangsung di Hotel Transit, Kota Pasuruan, Minggu (1/3/2026).

Sosialisasi yang diakhiri dengan buka puasa bersama ini dihadiri oleh 100 peserta lintas generasi. Generasi tua diwakili oleh Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Bangil, sementara kalangan muda dari Generasi Z (Gen Z) diwakili oleh PC PMII Pasuruan, PMII Pancawahana, dan PMII Ngalah.

Kolaborasi dua generasi yang berbeda ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Hal tersebut turut dirasakan oleh Mustofa, salah satu peserta dari PMII Komisariat Pancawahana Bangil.

“Acaranya menurut saya sih biasa, cuma kan mempertemukan antara dua generasi yang berbeda,” tandas Mustofa.

Laili Abidah menjelaskan, agenda ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus dialog untuk menyerap aspirasi. Sebagai anggota Komisi E DPRD Jatim, perempuan yang akrab disapa Ning Bidah ini menyoroti keluhan warga Pasuruan terkait fenomena sound horeg yang dinilai sangat mengganggu ketertiban.

“Itu salah satu aspirasi yang berkembang di masyarakat dan akan segera kami tindaklanjuti,” tegasnya.

Berangkat dari fenomena sosial tersebut, Ning Bidah menilai sosialisasi The Art of Aswaja sangat mendesak untuk terus digulirkan dan didiseminasikan ke tengah masyarakat, terutama di kalangan Gen Z.

“Program ini bentuk komitmen legislatif untuk lebih dekat dengan masyarakat dan memastikan aspirasi tersampaikan dan ditindaklanjuti,” tambah Direktur Klinik ABIDAH Family Care tersebut.

Terkait pemilihan tema The Art of Aswaja: Beragama Santun dan Menyejukkan, tokoh yang juga aktif sebagai dosen luar biasa ini menekankan pentingnya pemahaman inklusif dalam beragama.

“Dalam Aswaja, aspek hablum minannas (hubungan sosial) harus berbarengan dengan hablum minallah (hubungan dengan Tuhan) agar nilai spiritualitas kita terus terjaga,” pungkasnya.



Reporter : Bahauddin
Redaktur : Rahmad Novandri