Inflasi Kota Tangerang Naik di Ramadan, Tetap Terendah di Banten

Rabu, 04 Maret 2026 07:01 WIB
Kota Tangerang (foto: istimewa)
Kota Tangerang (foto: istimewa)

RADARBANGSA.COM - Memasuki pertengahan bulan Ramadan 2026, laju inflasi di Kota Tangerang mengalami peningkatan seiring naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok dan tingginya permintaan masyarakat.

Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang Ruta Ireng Wicaksono menuturkan, kenaikan inflasi pada Februari 2026 dipengaruhi oleh faktor cuaca yang tidak menentu serta meningkatnya konsumsi masyarakat selama Ramadan dan perayaan Imlek.

“Peningkatan indeks inflasi pada bulan ini dipengaruhi oleh kenaikan sejumlah harga komoditas pangan di tengah ketidakpastian cuaca. Serta peningkatan permintaan di tengah bulan Ramadan dan Hari Raya Imlek kemarin,” ujarnya, Selasa (3/3/26).

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik Kota Tangerang, inflasi Kota Tangerang tercatat terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir, yakni Desember 2025 sebesar 2,55 persen, Januari 2026 sebesar 3,52 persen, dan Februari 2026 mencapai 4,64 persen.

“Kami baru saja menerima statistik resmi dari BPS Kota Tangerang yang menunjukkan adanya peningkatan inflasi di tengah bulan Ramadan ini hingga menyentuh 4,64 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,47,” kata Ruta.

Ia menjelaskan, komoditas penyumbang inflasi masih didominasi sektor pangan. Di antaranya, bayam mengalami inflasi sebesar 70,76 persen, emas perhiasan 5,22 persen, bawang merah 19,61 persen, serta daging ayam ras 5,28 persen. Komoditas tersebut memberikan andil inflasi sekitar 0,08 hingga 0,09 persen.

Meski mengalami kenaikan, Ruta menegaskan bahwa inflasi Kota Tangerang masih tergolong stabil dibandingkan daerah lain di Provinsi Banten.

“Di tengah peningkatan inflasi, indeks inflasi Kota Tangerang masih tercatat paling rendah di Provinsi Banten yang rata-rata mencapai 5,7 persen serta lebih stabil dibandingkan bulan sebelumnya, dari yang deflasi sebesar 0,38 persen sekarang menjadi 0,64 persen,” tambahnya.



Reporter : Sugito
Redaktur : M. Isa