Atasi Dampak Bencana, Pemkab Buleleng Terjunkan Alat Berat dan 6 Tangki Air

Senin, 09 Maret 2026 11:01 WIB
Suasana warga yang antre mengambil bantuan air bersih di kec. Banjar, Buleleng. (Foto: bulelengkab.go.id)
Suasana warga yang antre mengambil bantuan air bersih di kec. Banjar, Buleleng. (Foto: bulelengkab.go.id)

RADARBANGSA.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng langsung tancap gas merespons musibah bencana alam yang menerjang wilayah Kecamatan Banjar dan sekitarnya pada 6-7 Maret 2026.

Langkah penanganan darurat tersebut dimatangkan melalui rapat koordinasi lintas sektoral yang digeber di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, Sabtu (7/3) sore.

Asisten I Setda Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, yang memimpin jalannya rapat memastikan seluruh kebutuhan mendesak warga terdampak segera dieksekusi tanpa menunggu lama.

"Dinas PUPR Perkim langsung mengerahkan dua unit alat berat ke lokasi terdampak. Alat ini akan beroperasi penuh selama enam hari ke depan untuk mempercepat normalisasi," ungkap Ariadi dikutip Senin (9/3/2026).

Selain menerjunkan alat berat, Pemkab Buleleng juga bergerak cepat mengatasi krisis air bersih pascabencana. Enam armada mobil tangki dikerahkan untuk menyuplai kebutuhan vital warga.

Tercatat ada enam desa yang menjadi sasaran prioritas pasokan air bersih, yakni Desa Banjar Tegeha, Tampekan, Banjar, Dencarik, Banyuseri, dan Bestala.

Kolaborasi apik lintas instansi terlihat jelas dalam operasi ini. Pasokan tangki air merupakan hasil urunan armada dari BPBD Kabupaten dan Provinsi, PMI, Dinas Lingkungan Hidup, hingga PDAM Buleleng.

Di sektor jaring pengaman sosial, Dinas Sosial telah ditugaskan mendistribusikan bantuan logistik. Sementara itu, layanan medis darurat dijamin penuh oleh Dinas Kesehatan melalui jaringan Puskesmas setempat.

Guna memudahkan garis komando dan pemantauan, Pemkab resmi mendirikan Posko Terpadu di Kantor BPBD Buleleng serta Pos Lapangan yang dipusatkan di Polsek Banjar.

Unsur TNI, Polri, dan Satpol PP juga disiagakan penuh untuk menjaga kondusivitas sekaligus memberikan bantuan tenaga fisik di area terdampak.

Tak hanya menyasar kawasan permukiman, fasilitas pendidikan yang terdampak material bencana juga menjadi fokus pemulihan utama.

"Sekolah terdampak seperti SDN 5 Banjar, SMPN 3 Seririt, dan TK Bestala akan ditangani lewat gotong royong pembersihan manual, agar anak-anak bisa segera kembali belajar," urai Ariadi.

Melalui sinergi solid dan gerak cepat ini, Pemkab Buleleng berharap masa tanggap darurat dapat berjalan optimal sehingga masyarakat bisa segera bangkit memulihkan aktivitasnya.



Reporter : Bahauddin
Redaktur : Rahmad Novandri