RADARBANGSA.COM - Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai sambaran kilat dan angin kencang memporak-porandakan wilayah Kabupaten Bima.
Bencana hidrometeorologi yang berlangsung sejak Jumat (6/3/2026) hingga Sabtu (7/3/2026) ini memicu banjir bandang di empat wilayah kecamatan.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bima, amukan air bah ini merendam sedikitnya 506 unit rumah warga.
Tak hanya itu, satu jembatan dilaporkan terputus dan sederet fasilitas umum, termasuk gedung sekolah dan kantor pemerintahan, ikut lumpuh.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda, menjelaskan bahwa tingginya curah hujan membuat debit air dari kawasan pegunungan melonjak drastis.
"Sungai dan drainase tidak mampu menampung volume air yang besar, sehingga meluap deras ke permukiman warga," terang Nurul Huda, Selasa (10/3/2026).
Dari pemetaan di lapangan, wilayah dengan dampak paling parah berada di Kecamatan Bolo. Di kawasan ini, air merendam Desa Rato dan Desa Rasabou.
Di Desa Rasabou saja, tercatat sebanyak 361 rumah yang dihuni oleh 1.027 jiwa tenggelam oleh genangan setinggi 20 hingga 60 sentimeter. SDN Inpres Rasabou 2 pun tak luput dari kepungan banjir.
Kondisi serupa turut melumpuhkan Kecamatan Tambora dan Wera. Tumpukan material lumpur dan sampah bahkan sempat memutus urat nadi transportasi di jalan lintas Wera-Bima.
Sementara itu di pesisir Desa Sangiang, Kecamatan Wera, ancaman juga datang dari arah laut. Gelombang ganas setinggi empat hingga lima meter menghantam dan menghancurkan talud penahan ombak serta merobohkan posko warga.
Kendati skala kerusakan bangunan dan infrastruktur cukup masif, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dari rentetan bencana ini.
"Tim kami terus berkoordinasi ketat dengan aparat desa, TNI, dan Polri untuk pendataan serta penanganan darurat. Sejauh ini dipastikan nihil korban jiwa," tegasnya.
Saat ini, BPBD menetapkan status siaga dan tengah memfokuskan distribusi bantuan logistik serta peralatan darurat bagi warga terdampak.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak lengah dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana susulan di tengah cuaca yang belum bersahabat.