Diguyur Bonus Rp13 Miliar, Atlet Buleleng Ditarget Tembus 3 Besar Porprov 2027

Selasa, 10 Maret 2026 15:01 WIB
Gede Supriatna saat membuka kegiatan Rakerkab KONI Kabupaten Buleleng. (Foto: NusaBali.com)
Gede Supriatna saat membuka kegiatan Rakerkab KONI Kabupaten Buleleng. (Foto: NusaBali.com)

RADARBANGSA.COM - Angin segar berembus bagi para pahlawan olahraga Kabupaten Buleleng. Pemerintah daerah setempat baru saja menggelontorkan bonus fantastis senilai total Rp13,008 miliar.

Guyuran dana segar ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kucuran keringat para atlet dan pelatih yang sukses mendulang medali pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2025 lalu.

Secara simbolis, penyerahan bonus tersebut dilakukan langsung oleh Ketua KONI Buleleng, Gede Supriatna, di sela-sela agenda Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) KONI Buleleng.

"Mudah-mudahan minggu depan sudah bisa langsung ditransfer ke rekening pribadi para atlet. Ini bentuk penghargaan nyata atas dedikasi mereka mengharumkan nama Buleleng," ujar Supriatna dikutip Selasa (10/3/2026).

Suntikan motivasi bernilai fantastis ini tentu bukan tanpa alasan. Buleleng kini tengah memanaskan mesin untuk menyambut hajatan besar sebagai tuan rumah Porprov Bali 2027 mendatang.

Berstatus sebagai tuan rumah, Pemkab dan KONI Buleleng mematok target ganda: sukses memuaskan tamu dalam penyelenggaraan, dan melesat buas secara prestasi.

"Minimal ada kenaikan 10 persen perolehan medali dibanding Porprov 2025. Target kami, minimal Buleleng bisa tembus tiga besar di klasemen nanti," tegasnya penuh optimisme.

Sebagai catatan, pada edisi Porprov Bali 2025, kontingen Buleleng sukses membawa pulang pundi-pundi 68 medali emas, 113 perak, dan 126 perunggu.

Guna memuluskan ambisi "naik kelas" tersebut, perbaikan infrastruktur venue pertandingan kini menjadi salah satu fokus utama.

Selain merevitalisasi arena yang sudah ada, Buleleng juga membidik kawasan Lumbanan untuk disulap menjadi Sport Center terpadu.

Kawasan baru ini nantinya diproyeksikan untuk menampung cabang olahraga yang membutuhkan fasilitas spesifik, seperti sirkuit balap motor dan lapangan menembak.

Kendati demikian, eksekusi pembangunan arena ini masih tertahan proses administrasi penyerahan aset dari Pemerintah Provinsi Bali.

"Aset tanah di Lumbanan belum resmi diserahkan ke pemda, walaupun NPHD-nya sudah ditandatangani. Kita masih menunggu penyerahan formal dari Pak Gubernur," pungkas Supriatna.



Reporter : Bahauddin
Redaktur : Rahmad Novandri