Tutup Safari Ramadan, PKB Jatim Tebar 26 Ribu Sembako dan Rangkul UMKM

Sabtu, 14 Maret 2026 20:01 WIB
Ketua DPW PKB Jatim, Gus Halim, saat acara penutupan Safari Ramadhan. (Foto: DPW PKB Jatim)
Ketua DPW PKB Jatim, Gus Halim, saat acara penutupan Safari Ramadhan. (Foto: DPW PKB Jatim)

RADARBANGSA.COM - Puncak penutupan Safari Ramadan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur di Surabaya dibanjiri aksi sosial dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Dalam acara yang dirangkai dengan peringatan Nuzulul Qur’an pada Jumat (13/3/2026) tersebut, PKB Jatim sukses merampungkan distribusi puluhan ribu paket bantuan.

Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar (Gus Halim), membeberkan bahwa total ada 26.000 paket sembako yang telah disebar kepada seluruh kader di berbagai kabupaten/kota se-Jawa Timur.

“Penutupan dari seluruh rangkaian Safari Ramadan se-Jawa Timur kita lakukan dengan konsolidasi kader dan berbagi sembako sebanyak 26.000 paket yang sudah kita distribusikan kepada kader-kader PKB,” ujarnya.

Tak hanya menebar sembako, acara akbar ini juga membawa berkah tersendiri bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sekitar kantor DPW PKB Jatim.

Seluruh logistik kebutuhan acara, mulai dari konsumsi hingga bingkisan untuk peserta, secara khusus memborong produk-produk dari UMKM setempat.

"Kita juga memberdayakan UMKM. Bentuk konsumsi, bingkisan, dan lainnya malam ini kita hadirkan dari UMKM yang ada di sekitar kantor DPW," imbuhnya.

Di luar urusan sosial, Gus Halim menjadikan momentum silaturahmi tersebut untuk memberikan reward dan apresiasi khusus kepada para calon legislatif (caleg) potensial pendulang suara di Pileg 2024.

Ia menganalogikan raihan kursi parlemen layaknya sebuah meja yang tak mungkin bisa berdiri tegak hanya dengan satu kaki.

“Hampir tidak ada satu pun kursi anggota DPR yang kakinya empat. Ada yang tiga, berarti satu kaki urunan dari caleg-caleg di bawahnya. Ada yang dua, berarti dua kaki urunan dari caleg yang juga kuat. Nah, itu yang kita apresiasi," jelas Gus Halim.

Menyikapi fakta itu, ia melontarkan warning keras kepada para legislator PKB yang kini telah duduk di parlemen agar tidak abai merawat konstituennya.

“Saya selalu mengatakan hati-hati, pemain cadangan itu tidak pernah berhenti melakukan pemanasan di pinggir lapangan. Kalau pemain inti yang sekarang ada di DPR tidak hati-hati dan tidak merawat konstituennya, bisa saja digulingkan oleh caleg potensial di bawahnya,” tegasnya.

Di penghujung acara, Gus Halim turut merespons wacana perubahan sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang belakangan tengah digodok bersama pakar dan praktisi.

Ia blak-blakan menyebut bahwa peluang kepala daerah untuk kembali dipilih oleh DPRD masih sangat terbuka lebar.

Langkah ini dinilai sebagai solusi rasional untuk menekan tingginya ongkos politik yang kerap menyeret kepala daerah ke pusaran kasus hukum.

"Jangan sampai kepala daerah lebih memikirkan pencitraan untuk periode kedua daripada memikirkan rakyat," keluhnya.

Menurut Gus Halim, modifikasi sistem Pilkada melalui DPRD sama sekali tidak akan mengebiri nilai demokrasi, asalkan sang kepala daerah tetap diwajibkan turun ke lapangan dan melaporkan kinerjanya secara transparan.



Reporter : Bahauddin
Redaktur : Rahmad Novandri