Manjakan Investor, Miq Iqbal Siap Sulap Pemprov NTB Bergaya Koorporasi

Rabu, 18 Maret 2026 14:01 WIB
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dalam acara Buka Bersama yang diinisiasi oleh Biro Ekonomi Pemprov NTB. (Foto: ntbprov.go.id)
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dalam acara Buka Bersama yang diinisiasi oleh Biro Ekonomi Pemprov NTB. (Foto: ntbprov.go.id)

RADARBANGSA.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah memasang kuda-kuda untuk bertransformasi menjadi surga yang ramah bagi ekosistem bisnis dan investasi.

Gebrakan tersebut dilontarkan langsung oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal (Miq Iqbal), di hadapan para pemangku kepentingan dan pelaku usaha dalam agenda Buka Puasa Bersama di Pendopo Gubernur, Senin (16/3/2026).

Di momen tersebut, Miq Iqbal blak-blakan ingin merombak birokrasi pemerintahannya agar berjalan selaras dengan ritme dunia usaha.

"Kami ingin roda pemerintahan ini diurus dengan gaya corporative government. Tujuannya agar bisa tuning dan senapas dengan kebutuhan kalangan bisnis," tegas Miq Iqbal.

Demi memuluskan ambisi tersebut, Pemprov NTB siap memposisikan diri sebagai katalisator utama.

Miq Iqbal tak menampik fakta bahwa pada awal tahun 2025 lalu, masih banyak cetak biru pembangunan daerah yang kurang sinkron dengan kacamata bisnis para investor.

"Jika kebutuhannya memang mengharuskan revisi rencana pembangunan daerah, kita akan proaktif memberikan dukungan penuh pada investasi," janjinya.

Dalam ajang silaturahmi yang diinisiasi oleh Biro Ekonomi Pemprov NTB ini, Gubernur turut membeberkan peta dinamika target pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia secara terbuka mengurai fakta bahwa visi misi "Makmur Mendunia" pada masa awal kepemimpinan Iqbal-Dinda sempat mengalami guncangan (crash).

Kala itu, rancangan awal mematok pertumbuhan ekonomi di angka 5,3 persen untuk kemudian digenjot menjadi 6 persen pada 2025. Namun, realita di lapangan memaksa NTB harus lepas landas dari posisi terpuruk di angka minus 1,47 persen.

Kendati sempat terseok, Miq Iqbal patut berbangga. Laju ekonomi NTB di tahun tersebut sukses dibalikkan ke zona positif dan ditutup pada angka 3,22 persen.

Ia mengingatkan, bahwa dari kacamata target 6 persen memang gagal dicapai. Tapi jika dilihat dari titik awal minus tersebut, Pemprov NTB berhasil mencetak tren kenaikan sebesar 4,69 persen hanya dalam kurun waktu setahun.

Menatap tantangan tahun ini, Miq Iqbal mengajak seluruh pemodal dan pelaku ekonomi untuk merapatkan barisan.

"Mudah mudahan momentum kenaikan ini bisa sama-sama kita jaga di tahun ini dengan target di atas 6 persen dengan tantangan faktor ekonomi global, nasional dan daerah," pungkasnya.



Reporter : Bahauddin
Redaktur : Rahmad Novandri