RADARBANGSA.COM - Pesona tenun tradisional atau wastra asal Nusa Tenggara Barat (NTB) bersiap melakukan ekspansi ke kancah global. Tak main-main, enam koleksi unggulan wastra NTB akan diterbangkan khusus untuk memukau publik Australia.
Langkah strategis ini mendapat lampu hijau dan dukungan penuh dari Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda NTB, Sinta Agathia.
Dukungan tersebut ditegaskan Bunda Sinta, sapaan akrabnya, saat menerima audiensi jajaran Museum Negeri NTB di Pendopo Barat, Mataram, Kamis (26/3/2026).
“Pameran ini menjadi peluang besar untuk memperkenalkan wastra Lombok secara lebih luas. Kita ingin budaya NTB tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing dan diapresiasi di tingkat internasional,” ujarnya.
Agenda pameran ini merupakan buah manis dari kerja sama lintas negara antara Museum Negeri NTB dengan The Art Gallery of South Australia (AGSA) di Adelaide.
Nantinya, eksibisi bergengsi yang dijadwalkan bergulir pada Juni 2026 tersebut akan mengusung tema pesona budaya Lombok dan Bali.
Pameran ini juga akan dirangkaikan dengan peluncuran buku bertajuk Two Islands, One Thread: Textiles of Lombok & Bali. Menurut catatan sejarah, warga Adelaide memang memiliki ikatan ketertarikan yang kuat terhadap warisan budaya dari kedua pulau tersebut.
Kepala Museum Negeri NTB, Ahmad Nuralam, memaparkan bahwa langkah ini merupakan sebuah manuver diplomasi tingkat tinggi melalui jalur kesenian.
“Ini bukan sekadar pameran, tetapi bagian dari diplomasi budaya. Kita ingin menunjukkan bahwa warisan budaya NTB memiliki daya tarik kuat di tingkat global,” jelasnya.
Sebagai bentuk penghormatan, pihak AGSA Australia bahkan telah mengirimkan undangan VIP resmi kepada Gubernur NTB dan Ketua Dekranasda NTB untuk hadir langsung dalam simposium dan pameran tersebut.
Melalui lompatan internasional ini, Pemprov NTB menaruh asa besar agar gaung wastra lokal tak hanya sekadar mempromosikan budaya, tetapi juga mampu mengerek nilai ekonomi kreatif para perajin tenun di Bumi Gora.