Bulog Targetkan Penyaluran Beras SPHP 828 Ribu Ton Tahun 2026

Sabtu, 04 April 2026 06:01 WIB
Ahmad Rizal Ramdhani (Dirut Bulog). (Foto: Agrofarm)
Ahmad Rizal Ramdhani (Dirut Bulog). (Foto: Agrofarm)

RADARBANGSA.COM - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan penyaluran beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dilakukan sepanjang tahun 2026 dengan target 828 ribu ton, guna menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras nasional.

Rizal mengatakan penugasan tersebut mengacu pada Surat Kepala Badan Pangan Nasional Nomor:204/TS.03.03/K/2/2026 tertanggal 11 Februari 2026 perihal Penugasan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Tahun 2026.

"Dasar hukum penugasan kami sesuai dengan Perbadan (Peraturan Badan) Pangan Nasional Nomor 204 tanggal 11 Februari 2026 yang mana total SPHP tahun ini 828 ribu ton yang harus kami salurkan," kata Rizal dilansir dari antaranews, Sabtu (4/4/2026).

Ia mengatakan, penyaluran beras tersebut dilakukan langsung Bulog ke pasar rakyat sehingga harga tetap terkendali dan terjangkau bagi masyarakat luas.

Selain pasar rakyat, Bulog juga menyalurkan beras melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dengan memastikan seluruh stan koperasi tersebut mendapatkan pasokan beras SPHP maupun beras premium secara berkelanjutan.

Bulog turut berpartisipasi dalam kegiatan gerakan pangan murah (GPM) bersama kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta berbagai instansi lain untuk membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok.

Selain itu, beras program stabilisasi juga disalurkan melalui swalayan dan toko modern guna memperluas akses masyarakat terhadap beras dengan harga terjangkau.

Penyaluran beras dilakukan dalam kemasan 5 kilogram dengan kualitas beras medium yang memiliki tingkat pecahan sekitar 25 persen serta kadar air 14 persen sesuai standar pemerintah. Bahkan kini disiapkan kemasan 2 kg.



Reporter : Sugito
Redaktur : M. Isa