Khofifah Pastikan Harga Sembako Stabil di Ponorogo Pasca Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 12:01 WIB
Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung Pasar Legi Ponorogo. (Foto: kilas jatim)
Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung Pasar Legi Ponorogo. (Foto: kilas jatim)

RADARBANGSA.COM - Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung Pasar Legi Ponorogo pada pekan lalu untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok pasca Idul Fitri 1447 Hijriah.

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah didampingi Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita. Keduanya menyambangi sejumlah lapak pedagang serta berdialog langsung dengan penjual dan pembeli.

Berdasarkan hasil pemantauan, harga sejumlah komoditas terpantau relatif stabil, bahkan sebagian mengalami penurunan.

“Syawal ini kita ingin memastikan bahwa stabilisasi distribusi sembako aman dan lancar. Dari yang saya tanyakan, distribusinya lancar, harga cenderung stabil bahkan turun,” ujar Khofifah, Jumat (3/4/2026).

Ia mencontohkan, harga daging ayam mengalami penurunan cukup signifikan, diikuti harga daging sapi yang juga menurun, sementara harga beras tetap stabil.

Data di lapangan menunjukkan harga cabai rawit berkisar Rp40.000–Rp60.000 per kilogram, cabai besar Rp30.000 per kilogram, bawang merah Rp27.000–Rp30.000 per kilogram, dan bawang putih Rp22.000–Rp25.000 per kilogram.

Untuk komoditas lain, harga telur ayam berada di kisaran Rp27.000–Rp30.000 per kilogram. Harga beras juga stabil, dengan beras SPHP sekitar Rp57.000 per 5 kilogram, beras medium Rp12.800–Rp13.000 per kilogram, dan beras premium Rp14.700–Rp15.000 per kilogram. Sementara itu, gula pasir dijual Rp12.000–Rp16.000 per kilogram.

Harga daging ayam ras tercatat Rp36.000–Rp38.000 per kilogram, ayam kampung sekitar Rp128.000 per ekor, dan daging sapi Rp130.000 per kilogram. Minyak goreng Minyakita dijual Rp15.500 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan sekitar Rp19.000 per liter.

“Beras, daging ayam, hingga minyak goreng di sini berada di bawah HET. Kami minta monitoring dan pengawasan terus dilakukan agar tidak terjadi lonjakan harga,” kata Khofifah.

Ia juga mengapresiasi peran Perum Bulog dalam menjaga ketersediaan beras, khususnya melalui program SPHP.

“Saya bersyukur beras SPHP di sini Rp57.000 per 5 kilogram. Ini menunjukkan peran Bulog sangat signifikan,” ujarnya.

Pemprov Jawa Timur, lanjutnya, akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan guna menjaga keseimbangan pasokan dan harga melalui operasi pasar serta penguatan cadangan pangan.

Selain melakukan pemantauan, Khofifah juga menyalurkan bantuan paket sembako kepada tukang becak dan buruh angkut di sekitar pasar sebagai bentuk kepedulian sosial pada momentum Syawal.

“Kita ingin memastikan masyarakat tetap tenang karena kebutuhan pokok tersedia dan harga tetap terjaga,” pungkasnya.



Reporter : Nabiel Ba Ramadani
Redaktur : Rahmad Novandri