RADARBANGSA.COM - Banjir akibat tingginya curah hujan pada penghujung Ramadan hingga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah mengakibatkan 873 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Mojokerto terdampak.
Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menyalurkan bantuan kepada warga pada Jumat (3/4) sekaligus memperkuat penanganan bencana secara terpadu.
Sebaran dampak banjir meliputi Kecamatan Bangsal sebanyak 320 KK di Desa Tinggarbuntut, Kecamatan Mojoanyar 151 KK di Desa Jumeneng, serta Kecamatan Mojosari dengan total 402 KK di Desa Jotangan dan Desa Kedunggempol.
Sebagai bentuk kepedulian, Bupati yang akrab disapa Gus Barra menyalurkan bantuan berupa 10 kilogram beras per KK serta paket sembako untuk meringankan beban warga terdampak.
“Pemerintah Kabupaten Mojokerto senantiasa hadir di tengah masyarakat dalam berbagai kondisi. Kehadiran kami tidak hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga memberikan dukungan, semangat, dan harapan bagi masyarakat terdampak,” ujar Gus Barra.
Ia menegaskan, penanganan banjir tidak hanya berfokus pada bantuan darurat, tetapi juga langkah mitigasi jangka panjang.
“Upaya penanganan terus kami perkuat melalui langkah mitigasi, seperti normalisasi saluran air, peningkatan infrastruktur pengendali banjir, serta edukasi kebencanaan kepada masyarakat,” imbuhnya.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang diperkirakan masih berlangsung hingga 4 April 2026, berdasarkan informasi dari BMKG.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah di saluran air, serta segera melaporkan apabila terdapat potensi bencana di wilayah masing-masing,” tegasnya.
Gus Barra turut mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam penanganan bencana, mulai dari BPBD, OPD terkait, TNI-Polri, relawan, perangkat desa, hingga insan pers.
“Melalui langkah cepat dan kolaboratif ini, pemerintah berharap proses pemulihan dapat berjalan optimal serta masyarakat menjadi lebih tangguh dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, menjelaskan bahwa banjir dipicu hujan deras yang terjadi sejak pertengahan Maret 2026. Banjir pertama terjadi pada 16 Maret di Desa Kedunggempol dan Desa Jotangan, disusul keesokan harinya di Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar.
“Alhamdulillah, dua hari kemudian bantuan langsung diberikan oleh Bapak Bupati kepada warga terdampak,” ujarnya.
Banjir kembali terjadi pada 20 Maret 2026 di Desa Jumeneng dan Desa Tinggarbuntut, bertepatan dengan malam Idulfitri. Meski demikian, Bupati Mojokerto tetap turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan berjalan optimal.
“Pada saat itu Bapak Bupati hadir langsung di lapangan untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan,” pungkasnya.