Mudik Santri Meningkat, ASDP Tambah Kapal Layani Rute Kangean

Rabu, 08 April 2026 20:31 WIB
PT ASDP Surabaya tambah kapal layani rute kangean bagi mudik santri 2026. (Foto: nabiel ba)
PT ASDP Surabaya tambah kapal layani rute kangean bagi mudik santri 2026. (Foto: nabiel ba)

RADARBANGSA.COM - Keberhasilan penyelenggaraan angkutan mudik santri pada Lebaran 2026 menjadi perhatian, terutama di lintasan Jangkar–Kangean yang mengalami lonjakan penumpang signifikan. Kondisi ini menegaskan pentingnya respons cepat serta kolaborasi lintas pihak dalam menjaga kelancaran transportasi di wilayah kepulauan.

Lonjakan penumpang mulai terjadi sejak H-6 Idul Fitri pada 14–15 Maret 2026 dan kembali meningkat saat arus balik H+7 pada 28 Maret 2026. Peningkatan ini dipicu mobilitas santri yang pulang ke daerah asal setelah menempuh pendidikan di luar wilayah.

Menyikapi hal tersebut, pemerintah daerah mengajukan penambahan armada untuk mengantisipasi keterbatasan kapasitas angkutan laut. Permintaan tersebut ditindaklanjuti oleh ASDP Indonesia Ferry Cabang Surabaya dengan mengerahkan KMP Mungguango Hulalo sebagai armada tambahan.

General Manager PT ASDP Cabang Surabaya, Muhamad Rifdi, mengatakan langkah ini merupakan respons cepat terhadap meningkatnya kebutuhan transportasi.

“Perbantuan kapal ini kami lakukan sebagai tindak lanjut atas permintaan pemerintah daerah, khususnya pada saat puncak arus mudik santri di lintasan Kangean,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Ia menjelaskan, penambahan armada dan trip pelayaran terbukti efektif dalam mengurai kepadatan penumpang serta mencegah antrean panjang di pelabuhan. Selain itu, langkah ini juga memastikan perjalanan santri lebih aman, nyaman, dan tepat waktu.

Rifdi menambahkan, kelancaran angkutan mudik tidak lepas dari koordinasi intensif antara pemerintah daerah, operator transportasi, dan otoritas pelabuhan sejak awal periode mudik. Sinergi tersebut dinilai mampu meminimalkan hambatan operasional, baik dari sisi armada maupun pengaturan jadwal dan distribusi penumpang.

Menurutnya, pengalaman ini menjadi pembelajaran penting dalam pengelolaan transportasi di wilayah kepulauan yang membutuhkan fleksibilitas tinggi.

“Ke depan, kami berharap kolaborasi ini terus diperkuat agar layanan transportasi bagi masyarakat, termasuk santri, semakin optimal,” pungkasnya.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam penyelenggaraan angkutan mudik ke depan, khususnya di daerah kepulauan dengan keterbatasan akses transportasi.



Reporter : Nabiel Ba Ramadani
Redaktur : Rahmad Novandri