RADARBANGSA.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memulai merevitalisasi Kawasan Kota Tua untuk mengembalikan identitas Jakarta sekaligus memperkuat posisi sebagai kota global yang berakar pada sejarah dan budaya. Adapun rencana revitalisasi tersebut dibahas dalam acara "Intimate Dialogue Kota Tua Update" dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta beserta jajaran.
"Di sini kita memberikan keyakinan bahwa Pemprov DKI serius untuk membangun Kota Tua. Kita sudah mempunyai tim revitalisasi Kota Tua dan Insya Allah di saat waktunya tepat, saya sendiri sebagai penanggung jawab akan berkantor di Kota Tua," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta sekaligus Ketua Tim Revitalisasi dan Penataan Kota Tua Rano Karno dilansir dari antaranews, Jumat (10/4/2026).
Rano menjelaskan, tujuannya berkantor di sana adalah untuk mengawasi langsung proses revitalisasi di kawasan Kota Tua.
Selain itu, Rano menyebut pihaknya juga sudah membentuk Kelompok Kerja (Pokja) agar koordinasi terkait revitalisasi Kota Tua dapat berjalan dengan baik.
Lebih lanjut Rano menjelaskan dalam proses revitalisasinya, Kota Tua akan dibagi menjadi tiga zona yakni zona inti, zona pengembangan dan zona penunjang.
"Yang akan kita fokus adalah di zona intinya dulu. Ini luasnya kira-kira kalau dari total Kota Tua itu hampir 363 hektar, tapi kalau zona inti kira-kira cuman 80. Tapi zona inti ini juga termasuk yang namanya Museum Bahari itu zona inti. Kemudian, Alun-alun Fatahillah," tukasnya.