Dapur MBG Ngawi Meledak, 1.500 Siswa Tak Dapat Makan Gratis

Jum'at, 10 April 2026 13:01 WIB
Dapur MBG di Kabupaten Ngawi meledak, ribuan siswa tak dapat makan gratis. (Foto: buserjatim)
Dapur MBG di Kabupaten Ngawi meledak, ribuan siswa tak dapat makan gratis. (Foto: buserjatim)

RADARBANGSA.COM - Ledakan yang terjadi di dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Kandangan, Kecamatan Ngawi, berdampak pada ribuan siswa. Lebih dari 1.500 pelajar dilaporkan tidak menerima jatah makanan pasca-insiden yang terjadi pada Rabu malam (8/4/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.51 WIB dan diduga dipicu oleh alat pengering ompreng di dapur yang baru beroperasi sekitar sepekan. Akibatnya, satu pekerja mengalami luka-luka dan bangunan dapur mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap.

Hingga Kamis (9/4/2026), operasional dapur masih dihentikan sementara. Lokasi kejadian pun telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.

Penghentian ini berdampak langsung pada siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SMP di Kecamatan Ngawi. Mereka kini kembali membawa bekal dari rumah.

Pihak pengelola telah menginformasikan penghentian sementara distribusi MBG kepada sekolah penerima melalui pesan WhatsApp pada Rabu malam, beberapa jam setelah kejadian.

Salah satu sekolah terdampak, SD Negeri Karangasri 1, dengan 219 siswa, kini kembali menerapkan kebijakan membawa bekal dari rumah.

“Kami menerima pesan di grup tadi malam bahwa mulai hari ini tidak ada kiriman MBG sampai waktu yang belum ditentukan. Kami langsung mengimbau wali murid untuk membawakan bekal,” ujar Guru SDN Karangasri 1, Betty Idayanti.

Hal serupa terjadi di TK Dharma Wanita Karangasri. Sekitar 40 siswa tidak lagi menerima distribusi makanan seperti biasanya.

“Biasanya kami mendapat kiriman MBG, tetapi karena kejadian tadi malam, akhirnya kami meminta anak-anak kembali membawa bekal karena tidak ada distribusi,” kata Kepala TK Dharma Wanita Karangasri, Endang Setiyowati.

Dapur MBG tersebut melayani lebih dari 1.500 siswa di 22 sekolah di Kecamatan Ngawi. Hingga kini, belum ada kepastian terkait waktu normalisasi distribusi program tersebut.

Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti ledakan sekaligus mengevaluasi aspek keamanan operasional dapur guna mencegah kejadian serupa.



Reporter : Nabiel Ba Ramadani
Redaktur : Rahmad Novandri