Antisipasi Dampak `Godzilla El Nino`, Menteri PU Sebut Bendungan Bakal Diisi Penuh

Sabtu, 11 April 2026 20:01 WIB
Dody Hanggodo (Menteri Pekerjaan Umum). (Foto: RRI)
Dody Hanggodo (Menteri Pekerjaan Umum). (Foto: RRI)

RADARBANGSA.COM - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan pemerintah mengisi penuh bendungan sebagai langkah strategis menghadapi dampak fenomena El Nino ekstrem atau Godzilla El Nino guna menjaga ketahanan pangan nasional.

Dody menjelaskan langkah mitigasi terhadap dampak El Nino telah mulai dilakukan sejak beberapa waktu lalu melalui pengelolaan sumber daya air yang terintegrasi di berbagai wilayah yang memiliki bendungan utama.

"Kalau masalah mitigasi terhadap El Nino, itu sebenarnya sudah kita mulai. Kementerian PU sudah mulai," kata Dody dalam pernyataan di Jakarta, dikutip dari antaranews, Sabtu (11/4/2026).

Menurutnya, seluruh bendungan diupayakan berada pada kondisi volume maksimal agar mampu menyuplai kebutuhan air irigasi meskipun curah hujan menurun drastis selama musim kemarau panjang berlangsung di berbagai daerah.

Namun demikian, Dody mengingatkan kemampuan bendungan memiliki batas waktu sehingga diperlukan langkah tambahan apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang dari periode yang dapat ditopang oleh cadangan air tersebut.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah menyiapkan operasi modifikasi cuaca dengan menyasar wilayah hulu bendungan agar hujan buatan dapat menambah pasokan air yang mengalir ke waduk secara optimal.

Ia menegaskan, operasi modifikasi cuaca tidak dilakukan langsung di bendungan untuk menghindari risiko kesalahan yang justru dapat menimbulkan dampak lebih besar terhadap pengelolaan air.

"Operasi modifikasi cuaca, menghujani hulu-hulu dari pada bendungan itu. Jadi hulu-hulunya dihujani, airnya tetap turun ke bendungan," tukas Dody.

"Kita tidak melakukan operasi modifikasi cuaca di bendungan karena kita takut meleset. Kalau meleset kita lebih repot lagi. Jadi pengalaman kita lebih baik melakukan operasi modifikasi cuaca di hulu-hulu bendungan," tambahnya.



Reporter : Ainur Rasyid
Redaktur : M. Isa