250 Peserta Ramaikan Kontes Entok Nasional 2026 di Pasuruan

Selasa, 14 April 2026 12:01 WIB
250 peserta ramaikan kontes entok nasional di Pasuruan. (Foto: Pemkab Pasuruan)
250 peserta ramaikan kontes entok nasional di Pasuruan. (Foto: Pemkab Pasuruan)

RADARBANGSA.COM - Ratusan entok dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Kontes Entok Nasional Pasuruan Bersatu 2026 yang digelar di halaman Pasuruan Creative Center (PCC) Kabupaten Pasuruan, Bangil, Minggu (12/4).

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Pasuruan, drh. Ainur Alfiah.

Ketua panitia sekaligus Ketua Asosiasi Peternak Entok Pasuruan Raya, Nur Ardiansyah, menyebutkan sebanyak 250 ekor entok turut ambil bagian dalam kontes ini. Para peserta berlaga dalam berbagai kategori, mulai dari entok hias, entok jumbo, hingga entok lokal dengan penilaian berdasarkan karakteristik masing-masing.

Seluruh peserta dinilai oleh dewan juri berpengalaman dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, postur tubuh, keunikan, serta kualitas keseluruhan.

“Kalau klasifikasinya cukup banyak karena sesuai kategorinya. Contohnya entok jumbo ya berarti dari bobot badan, tinggi atau postur entok dan kesehatan,” ujarnya dikutip Selasa (14/4/2026).

Ardiansyah menambahkan, peserta tidak hanya berasal dari Pasuruan, tetapi juga datang dari berbagai daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga DKI Jakarta.

“Paling banyak ya pasti dari Jawa Timur. Pasuruan lumayan banyak juga,” katanya.

Ia menjelaskan, kontes ini digelar sebagai upaya mendorong pengembangan sektor peternakan unggas lokal, khususnya entok. Tingginya jumlah peserta menunjukkan minat masyarakat yang besar terhadap budidaya entok sebagai peluang ekonomi.

“Lumayan banyak jumlahnya, dan kami ikut termotivasi untuk melaksanakan kontes lebih besar lagi di tahun depan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan pada dinas setempat, Muhammad Syaifi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan peternakan lokal.

Menurutnya, kontes ini tidak hanya menjadi ajang pembinaan, tetapi juga sarana promosi potensi unggulan daerah. Ia menilai, budidaya entok kini tidak hanya untuk konsumsi, tetapi juga berkembang sebagai ternak hias bernilai ekonomi tinggi.

“Ternyata luar biasa, utamanya entok jumbo karena bisa seberat 9,8 kg. Apalagi setelah ada kontes, banyak yang tertarik menjadi pembudidaya atau peternak entok,” pungkasnya.



Reporter : Nabiel Ba Ramadani
Redaktur : Rahmad Novandri