Pemkot Blitar Genjot Imunisasi Campak, Kejar Target 95 Persen

Kamis, 30 April 2026 11:01 WIB
Pemkot Blitar Akselerasi vaksinasi campak. (Foto: Pemkot Blitar)
Pemkot Blitar Akselerasi vaksinasi campak. (Foto: Pemkot Blitar)

RADARBANGSA.COM - Pemerintah Kota Blitar terus memperkuat perlindungan kesehatan anak melalui Gerakan Masyarakat Sehat dengan Vaksinasi dan Imunisasi dalam program Akselerasi Catch Up Campaign (CUC) Campak.

Kegiatan ini disosialisasikan di halaman Dinas Kesehatan Kota Blitar, Selasa (28/4/2026), untuk memastikan seluruh anak mendapatkan imunisasi tanpa terlewat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Sulvy Dwi Anggraini, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah antisipatif menyusul meningkatnya kasus campak di sejumlah daerah.

“Di Jawa Timur terdapat tiga daerah dengan status Kejadian Luar Biasa (KLB), yakni Sumenep, Tulungagung, dan Jember. Untuk wilayah tersebut dilakukan Outbreak Response Immunization (ORI), sedangkan daerah lain termasuk Kota Blitar melaksanakan imunisasi kejar serentak sesuai arahan Kementerian Kesehatan,” jelasnya.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, Dissie Laksmonowati Arlini, menuturkan pelaksanaan CUC Campak di Kota Blitar berlangsung pada 23 April hingga 2 Mei 2026 dengan target capaian imunisasi optimal.

“Saat ini masih ada 138 anak yang perlu melengkapi imunisasi campak dan rubella. Sementara capaian terbaru sudah menjangkau sekitar 628 anak. Target kami minimal 95 persen anak usia 9–59 bulan di puskesmas, KB, dan PAUD telah tervaksin,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain imunisasi campak dan rubella, anak-anak juga diberikan imunisasi lain yang belum lengkap guna memastikan perlindungan kesehatan secara menyeluruh.

Ketua TP PKK Kota Blitar, Khariza Rizqi Umami, menegaskan masih terbuka peluang untuk mencapai target 100 persen. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat hingga tingkat kelurahan untuk aktif melakukan edukasi dan pendataan.

“Masih ada waktu untuk mencapai 100 persen. Mari kita pastikan tidak ada anak yang terlewat, baik imunisasi rutin maupun tambahan,” tegasnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, Pemkot Blitar optimistis program ini mampu berjalan maksimal dalam menciptakan generasi yang sehat dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.



Reporter : Nabiel Ba Ramadani
Redaktur : Rahmad Novandri