RADARBANGSA.COM - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong penguatan fondasi industri nasional melalui pembangunan infrastruktur pendukung yang lebih modern, terutama dalam pengelolaan air dan limbah.
Upaya ini menjadi semakin penting di tengah pertumbuhan sektor manufaktur yang kian pesat dan meningkatnya kebutuhan akan ketersediaan air bersih serta sistem pengolahan limbah yang andal.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa penguatan infrastruktur tersebut merupakan langkah strategis untuk mendorong industri yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga berkelanjutan.
“Penguatan infrastruktur pendukung industri, khususnya dalam pengelolaan air dan limbah, menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan industri yang berdaya saing sekaligus mendukung target net zero emission sektor industri pada tahun 2050,” kata Agus Gumiwang.
Di sisi lain, keterbatasan fasilitas pengolahan air limbah masih menjadi tantangan yang perlu diatasi. Karena itu, pemerintah membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk melalui kerja sama antara PT CITIC Envirotech Indonesia, PT Indonesia Water Solutions, dan Yantai Jinzheng Eco-Technology Co., Ltd.
Kolaborasi ini diarahkan untuk menghadirkan solusi terpadu dalam pengolahan air, air limbah, hingga desalinasi air laut di kawasan industri. Harapannya, upaya tersebut mampu memperkuat pasokan air baku yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah industri.
Peran aktif juga ditunjukkan oleh Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional yang terus memfasilitasi investasi dan memperluas kerja sama internasional guna mempercepat realisasi proyek-proyek strategis tersebut.
Ke depan, kerja sama ini ditargetkan segera masuk tahap implementasi melalui proyek percontohan di kawasan industri. Pemerintah berharap, selain menghadirkan investasi, kolaborasi ini juga mampu mendorong transfer teknologi serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam negeri.
"Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan investasi, tetapi juga dapat mempercepat transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia nasional, serta memperkuat daya saing industri Indonesia di tingkat global," tutup Agus.