IPM Terus Naik, Banyuwangi Jadi Pusat Peringatan Hardiknas

Minggu, 03 Mei 2026 12:01 WIB
IPM terus naik, Banyuwangi jadi contoh pendidikan inovatif. (Foto: Pemkab Banyuwangi)
IPM terus naik, Banyuwangi jadi contoh pendidikan inovatif. (Foto: Pemkab Banyuwangi)

RADARBANGSA.COM - Tren peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi mendapat perhatian pemerintah pusat. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu`ti, hadir langsung dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional di Taman Blambangan, Sabtu (2/5/2026).

Dalam lima tahun terakhir, IPM Banyuwangi menunjukkan tren positif. Pada 2025, IPM tercatat sebesar 75,17, meningkat dari 74,30 pada 2024, 73,79 (2023), 73,15 (2022), dan 72,62 (2021). Capaian ini menempatkan Banyuwangi sebagai salah satu daerah dengan IPM tinggi di Jawa Timur, bahkan tertinggi di kawasan Sekarkijang.

“Itu capaian yang sangat baik. Banyuwangi memiliki banyak program pendidikan inovatif, terutama dalam menjangkau anak-anak yang tidak bersekolah,” ujar Mu’ti.

Ia menilai berbagai terobosan di sektor pendidikan di Banyuwangi layak dijadikan percontohan, terutama dalam menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Salah satu program unggulan yang mendapat perhatian adalah Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh), yang fokus mengembalikan anak putus sekolah ke bangku pendidikan melalui berbagai skema. Selain itu, terdapat program Siswa Asuh Sebaya yang mendorong solidaritas antar siswa, di mana pelajar yang mampu membantu kebutuhan teman yang kurang mampu.

Peringatan Hardiknas di Banyuwangi juga dimeriahkan dengan pertunjukan Kuntulan Ewon yang melibatkan 1.060 pelajar dari tingkat SD hingga SMA. Mereka menampilkan kolaborasi seni tari dan musik rebana bersama seniman lokal.

Menurut Mu’ti, kegiatan seni budaya menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik.

“Pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepribadian,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan bahwa kebijakan pendidikan di daerahnya diarahkan untuk mengembangkan potensi siswa secara menyeluruh.

“Pendidikan di Banyuwangi tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga seni, budaya, dan keterampilan lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan pelajar dalam kegiatan seni menjadi bagian dari strategi membangun karakter generasi muda.

“Kuntulan Ewon ini salah satu bentuknya. Kami ingin anak-anak berkembang secara utuh,” pungkasnya.



Reporter : Nabiel Ba Ramadani
Redaktur : Rahmad Novandri