Jadi Pilar Ekonomi Tumbuh, Kemenperin Dorong Kemajuan Sektor Industri Kosmetik

Selasa, 05 Mei 2026 10:03 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (foto: istimewa)
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (foto: istimewa)

RADARBANGSA.COM - Tren gaya hidup sehat dan perawatan diri kini kian menguat di tengah masyarakat. Dampaknya, industri kosmetik, parfum, dan wellness di Indonesia ikut melesat, tidak lagi sekadar memenuhi kebutuhan estetika, tetapi juga menjadi bagian penting dari kualitas hidup modern.

Melihat peluang tersebut, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong sektor ini agar mampu menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan industri nasional.

“Industri kosmetik, parfum, dan wellness memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi salah satu pilar pertumbuhan industri nasional. Pemerintah akan terus hadir melalui kebijakan yang mendukung, fasilitasi dan pembinaan, serta penguatan ekosistem industri agar mampu bersaing di tingkat global,” ujar Menperin dalam rilisnya, di Jakarta, Senin, 4 Mei 2026.

Pasar domestik yang besar menjadi salah satu kekuatan utama. Dengan jumlah penduduk yang didominasi usia produktif, Indonesia menjadi ladang subur bagi pertumbuhan industri kosmetik.

Tak heran, data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencatat lebih dari 1.500 pelaku usaha kosmetik telah tumbuh hingga 2025, dan mayoritas di antaranya merupakan industri kecil dan menengah (IKM).

Di sisi lain, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, mengingatkan pentingnya inovasi dan kualitas produk agar mampu bersaing di tengah pasar yang semakin kompetitif.

“IKM kosmetik juga harus peka dan paham tentang berbagai standar keamanan dalam menghadirkan produk kosmetik yang berkualitas,” ungkap Reni.

Dengan kombinasi tren gaya hidup, dukungan pemerintah, serta kreativitas pelaku usaha, industri kosmetik Indonesia kini berada di jalur yang tepat untuk menembus pasar global dan menjadi kebanggaan baru sektor manufaktur nasional.




Reporter : Neli Elislah
Redaktur : M. Isa