Serahkan Santunan ke Ahli Waris, Menaker Yassierli Tegaskan Jamsos untuk Semua Pekerja

Selasa, 05 Mei 2026 21:01 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (foto: istimewa)
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (foto: istimewa)

RADARBANGSA.COM - Perlindungan jaminan sosial kembali menunjukkan peran pentingnya bagi pekerja dan keluarga. Ahli waris korban kecelakaan kereta api di Bekasi menerima santunan lebih dari Rp435 juta setelah korban terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan, kehadiran negara dalam memberikan perlindungan sosial harus dirasakan oleh seluruh pekerja, termasuk sektor informal. Menurutnya, perlindungan sosial harus dirasakan oleh semua pekerja tanpa terkecuali.

"Hari ini kita melihat secara nyata bagaimana negara hadir. Ahli waris pekerja sektor informal yang mengalami musibah kecelakaan menerima manfaat jaminan sosial dengan total lebih dari Rp435 juta. Ini bukti bahwa perlindungan sosial harus dapat dirasakan semua pekerja tanpa terkecuali," ujar Yassierli usai menyaksikan penyerahan santunan di Cikarang, Senin (4/5/2026).

Santunan tersebut diberikan kepada Baskoro Aji (31), suami dari almarhumah Tutik Anitasari (31), korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur. Korban meninggalkan seorang anak yang masih balita.

Total manfaat yang diterima mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), santunan pemakaman, Jaminan Hari Tua (JHT), serta beasiswa pendidikan bagi anak hingga jenjang tertentu.

Pemerintah terus mendorong perluasan kepesertaan melalui berbagai kebijakan, salah satunya pemberian diskon iuran sebesar 50 persen bagi pekerja bukan penerima upah (BPU) untuk program JKK dan Jaminan Kematian (JKM).

“Melalui keringanan iuran ini, kami ingin memastikan semakin banyak pekerja informal dapat terlindungi. Iuran boleh lebih ringan, tetapi manfaat perlindungan tetap diberikan secara penuh,” tegas Yassierli.

Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap semakin banyak pekerja mendapatkan perlindungan yang layak, sehingga risiko sosial dan ekonomi akibat musibah dapat diminimalkan.



Reporter : Ainur Rasyid
Redaktur : M. Isa