Banten Masuk 8 Besar Produsen Beras Nasional, Andra Soni Dorong Modernisasi Pertanian

Rabu, 06 Mei 2026 19:31 WIB
Gubernur Banten Andra Soni (Foto: istimewa)
Gubernur Banten Andra Soni (Foto: istimewa)

RADARBANGSA.COM - Provinsi Banten kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Di tengah upaya memperkuat ketahanan pangan, Banten kini berhasil menembus delapan besar provinsi penghasil beras terbesar di Indonesia.

Pencapaian tersebut diungkapkan Gubernur Andra Soni saat menghadiri kegiatan tanam perdana program modernisasi pertanian Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang digagas Kementerian Pertanian Republik Indonesia di wilayah Kasemen, Kota Serang, Selasa (5/5/2026).

“Alhamdulillah, pada tahun 2025, luas panen padi di Provinsi Banten mencapai 345.421 hektare dengan total produksi mencapai 1,8 juta ton,” ujar Andra.

Capaian tersebut tidak hanya memperkuat posisi Banten sebagai produsen beras nasional, tetapi juga mencerminkan ketahanan pangan daerah yang konsisten terjaga. Bahkan, Indeks Ketahanan Pangan Banten tercatat stabil dalam enam tahun terakhir.

Di sisi lain, lanjut Andra Soni, sektor pertanian terus menunjukkan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Data Badan Pusat Statistik mencatat sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tertinggi di Banten.

Melihat potensi tersebut, Andra mendorong percepatan transformasi pertanian berbasis teknologi. Program modernisasi yang tengah dikembangkan diyakini mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan, bahkan hingga dua kali lipat dalam kondisi optimal.

“Sistem pertanian modern ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas secara signifikan. Berdasarkan penelitian, hasil panen yang awalnya 3,25 hingga 4,5 ton per hektare bisa meningkat menjadi 5,1 hingga 7,5 ton per hektare. Bahkan, pada kondisi optimal, produktivitasnya dapat menembus 10 ton per hektare,” jelasnya.

Tak hanya berdampak pada produksi, modernisasi juga diyakini mampu menekan biaya operasional petani sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka. Lebih jauh, peningkatan produksi ini juga diharapkan mampu menopang kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjangkau jutaan penerima manfaat di Banten.

“Bisa dibayangkan, 85 persen kebutuhan program MBG berasal dari sektor pertanian dan peternakan. Mudah-mudahan potensi ini bisa kita manfaatkan. Apalagi saat ini perekonomian Banten tumbuh 5,37 persen dan Nilai Tukar Petani (NTP) juga mengalami kenaikan,” tambahnya.

Dengan kombinasi potensi alam, dukungan teknologi, dan kebijakan yang terarah, Banten optimistis mampu memperkuat perannya sebagai salah satu pilar ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di masa depan.




Reporter : Ainur Rasyid
Redaktur : M. Isa