Perkuat Ekosistem Industri Dirgantara, Kemenperin Dukung Kolaborasi Bappenas dan Airbus

Kamis, 07 Mei 2026 07:02 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (foto: istimewa)
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (foto: istimewa)

RADARBANGSA.COM - Langkah besar menuju penguatan industri dirgantara nasional kembali bergulir. Kementerian Perindustrian menyambut antusias penandatanganan Joint Declaration of Intent antara Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dan Airbus SAS di Jakarta, 6 Mei 2026. Kesepakatan ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia kian serius membangun ekosistem industri berbasis teknologi tinggi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai kerja sama ini hadir di momentum yang tepat, saat industri manufaktur nasional menunjukkan performa yang semakin solid. Sektor industri pengolahan bahkan menjadi penyumbang terbesar bagi perekonomian nasional, dengan pertumbuhan yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Industri Pengolahan pada Triwulan – I Tahun 2026 tumbuh sebesar 5,04%, angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 4,55%," ujarnya.

 Di tengah tren global, peluang industri dirgantara semakin terbuka lebar. Permintaan pesawat dunia terus melonjak, sementara International Air Transport Association memproyeksikan Indonesia akan menjadi salah satu pasar penerbangan terbesar di dunia pada 2030. Ini menjadi peluang emas yang tak boleh dilewatkan.

Indonesia sendiri bukan pemain baru. Melalui PT Dirgantara Indonesia, berbagai produk pesawat telah lahir dengan tingkat kandungan lokal yang terus meningkat. Dari N219 hingga CN235, kemampuan industri dalam negeri semakin diperhitungkan di pasar global.

Tak hanya itu, geliat industri dirgantara juga menggerakkan rantai pasok nasional. Puluhan perusahaan komponen yang tergabung dalam Indonesia Aircraft and Component Manufacturer Association hingga industri perawatan pesawat (MRO) terus berkembang dan memperkuat ekosistem.

Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap tidak sekadar menghadirkan kerja sama di atas kertas. Lebih dari itu, transfer teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan peran Indonesia dalam rantai pasok global menjadi target utama.

"Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya menghasilkan kerangka kerja, tetapi juga menghadirkan alih teknologi nyata, peningkatan kandungan lokal, penguatan SDM dirgantara, serta memperkuat peran strategis Indonesia dalam rantai pasok global," tutup Menperin.



Reporter : Yanuar Prasetyo
Redaktur : M. Isa