Menag Nasaruddin Sebut Borobudur Sumber Nilai Spiritual yang Hidup

Kamis, 07 Mei 2026 13:01 WIB
Nasaruddin Umar (Menteri Agama RI). (Foto: Kemenag)
Nasaruddin Umar (Menteri Agama RI). (Foto: Kemenag)

RADARBANGSA.COM - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan bahwa Candi Borobudur tidak hanya warisan budaya dunia, tetapi juga sumber nilai spiritual yang hidup (living spiritual heritage) yang relevan untuk memperkuat karakter dan harmoni masyarakat. 

"Borobudur bukan sekadar bangunan batu yang berdiri kokoh, melainkan sebuah ‘kitab yang dipahat’. Setiap reliefnya mengajak kita untuk merenung, melihat ke dalam diri, dan menapaki jalan menuju kebijaksanaan," kata Nasaruddin dilansir dari antaranews, Kamis (7/5/2026). 

Menag mengatakan, Borobudur perlu dimaknai lebih dari sekadar bangunan fisik, melainkan juga sebagai representasi perjalanan batin manusia menuju kebijaksanaan.

Ia menekankan, nilai-nilai yang terkandung dalam Borobudur mencerminkan ajaran universal tentang pengendalian diri, kebijaksanaan, dan keseimbangan hidup yang tetap relevan dalam menghadapi dinamika zaman.

"Tema Reinterpreting Borobudur bukan sekadar kajian akademik, tetapi juga panggilan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur agar hadir nyata dalam kehidupan sehari-hari," tukasnya. 

Menag juga menekankan pentingnya menjaga kesakralan situs keagamaan sebagai ruang refleksi spiritual. Menurutnya, setiap agama memiliki konsep ruang dan waktu sakral yang perlu dihormati bersama sebagai bagian dari etika keberagamaan.

"Tempat ibadah adalah ruang perjumpaan batin antara manusia dengan Tuhan. Di sanalah ketenangan, kebijaksanaan, dan kesadaran diri tumbuh. Oleh karena itu, menjaga etika dan penghormatan terhadap ruang-ruang sakral menjadi tanggung jawab bersama," terangnya.

Lebih lanjut, Menag mengajak masyarakat menjadikan Borobudur sebagai sumber inspirasi dalam pembangunan karakter bangsa. Nilai kebijaksanaan, keseimbangan, dan kasih sayang yang tercermin di dalamnya dinilai penting sebagai fondasi kehidupan yang beradab dan harmonis.

"Nilai-nilai tersebut perlu terus dihidupkan agar menjadi pedoman dalam membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang inklusif dan damai," tutur Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut.



Reporter : Ainur Rasyid
Redaktur : M. Isa