RADARBANGSA.COM - Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan hingga awal Mei 2026 belum ditemukan kasus positif hantavirus di wilayah DIY. Meski demikian, sejumlah kasus suspek masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Kepala Dinkes DIY, Gregorius Anung Trihadi, mengatakan pemantauan terus dilakukan melalui surveilans sentinel rutin di sejumlah fasilitas kesehatan.
“Hingga saat ini belum ada laporan kasus positif hantavirus dari hasil pemeriksaan laboratorium. Beberapa kasus suspek masih dalam proses pemeriksaan,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Anung menjelaskan, kasus hantavirus pertama kali ditemukan di DIY pada 2025 dengan total enam kasus positif. Seluruh pasien dinyatakan sembuh dan tidak ditemukan kasus kematian maupun penularan lanjutan.
“Seluruh pasien berhasil sembuh dan tidak ada tambahan kasus lain,” katanya.
Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus. Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan urine, air liur, maupun kotoran tikus yang terinfeksi.
Menurut Anung, penyakit ini berbeda dengan leptospirosis meski sama-sama berkaitan dengan tikus sebagai media penularan.
“Leptospirosis disebabkan bakteri, sedangkan hantavirus disebabkan virus,” jelasnya.
Dinkes DIY mengimbau masyarakat tetap waspada dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti menjaga kebersihan lingkungan, menutup makanan dan sumber air, serta rutin mencuci tangan.
Masyarakat juga diminta segera membersihkan luka menggunakan sabun dan air mengalir apabila terkena kotoran tikus atau beraktivitas di area berisiko.
Selain itu, Pemda DIY terus memperkuat langkah pencegahan melalui surveilans aktif, pelacakan kontak, edukasi kesehatan, hingga pemasangan perangkap tikus untuk pemeriksaan laboratorium.
“Pemantauan dan langkah pencegahan terus kami lakukan agar situasi tetap terkendali,” pungkasnya.