Wali Kota Yogya Dorong Pelestarian Pohon Gambir di Bantaran Gajah Wong

Minggu, 10 Mei 2026 18:01 WIB
Hasto Wardoyo Ajak Warga Hidupkan Kembali Pohon Gambir. (Foto: Pemkot Yogyakarta)
Hasto Wardoyo Ajak Warga Hidupkan Kembali Pohon Gambir. (Foto: Pemkot Yogyakarta)

RADARBANGSA.COM - Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo bersama warga Kampung Gambiran, Pandeyan, melakukan penyemaian biji Pohon Gambir di Taman Pandeyan, bantaran Kali Gajah Wong, Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta.

Pemerintah Kota Yogyakarta mengapresiasi upaya penyemaian biji Pohon Gambir sebagai langkah memperbanyak bibit tanaman khas yang menjadi identitas Kampung Gambiran.

Wali Kota Hasto Wardoyo menilai kegiatan tersebut bukan sekadar penyemaian tanaman, tetapi juga bagian dari penguatan budaya dan pelestarian lingkungan.

“Gambir menjadi representasi Kampung Gambiran sekaligus penanda lingkungan di kawasan ini. Jangan sampai kampungnya bernama Gambiran tetapi pohon gambirnya justru sudah tidak ada,” ujar Hasto.

Ia mengapresiasi mahasiswa KKN UPN Veteran Yogyakarta yang membantu penyediaan biji Pohon Gambir untuk ditanam kembali di wilayah tersebut.

Menurut Hasto, penanaman Pohon Gambir memiliki nilai lebih karena tidak hanya mendukung penghijauan dan pelestarian toponimi kampung, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Sebagai seorang dokter, Hasto menjelaskan tanaman gambir memiliki manfaat kesehatan karena mengandung antioksidan dan zat antibakteri. Dahulu, tanaman ini juga dikenal sebagai bahan untuk tradisi menginang masyarakat Jawa dan kini dimanfaatkan dalam industri kosmetik.

“Penanaman gambir ini tidak hanya bermakna ekologis dan budaya, tetapi juga bisa menjadi peluang ekonomi masyarakat ke depan,” katanya.

Hasto menambahkan, Pohon Gambir juga menjadi simbol ketahanan ekologi sekaligus upaya menghidupkan kembali identitas sejarah Kampung Gambiran yang dahulu dikenal sebagai Alas Gambir.

Meski diakui tidak mudah menanam gambir di lingkungan baru, Pemkot Yogyakarta optimistis tanaman tersebut dapat tumbuh karena wilayah Gambiran dinilai memiliki ekosistem yang sesuai.

“Kami akan terus melakukan pendampingan bersama penyuluh pertanian agar proses penyemaian hingga penanaman berjalan baik,” tambahnya.

Ketua Kampung Gambiran, Susilo Edy, mengatakan masyarakat memang tengah berupaya menghidupkan kembali keberadaan Pohon Gambir sebagai ciri khas kampung. Sebelumnya, sejumlah bibit yang ditanam warga banyak yang tidak tumbuh optimal.

Ke depan, warga berharap setiap rumah di Kampung Gambiran dapat memiliki Pohon Gambir, termasuk di sepanjang bantaran Kali Gajah Wong.

Sementara itu, Ketua Kelompok KKN UPN Veteran Yogyakarta, Muhammad Hauzan Akif, menjelaskan biji Pohon Gambir diperoleh dari Kepulauan Riau melalui salah satu anggota kelompok yang keluarganya membudidayakan tanaman tersebut.

Mahasiswa KKN lainnya, Ronald Ansar, menyebut proses penyemaian hingga bibit siap ditanam di tanah membutuhkan waktu sekitar empat bulan.

“Sekitar dua sampai tiga bulan bibit bisa dipindahkan ke polybag, lalu setelah tingginya mencapai 15 hingga 20 sentimeter baru bisa ditanam di tanah,” jelasnya.



Reporter : Nabiel Ba Ramadani
Redaktur : Rahmad Novandri