RADARBANGSA.COM - Bendungan Polor di Kampung Candulan, Kecamatan Cipondoh, mulai menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang. Struktur bendungan yang selama ini berdiri di aliran Kali Angke diduga menjadi salah satu penyebab banjir langganan yang kerap merendam permukiman warga saat hujan deras mengguyur.
Karena itu, Pemkot Tangerang mendukung langkah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane yang tengah menyiapkan evaluasi teknis terhadap bendungan tersebut.
Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaeni mengatakan hasil kajian awal menunjukkan Bendungan Polor berpotensi menghambat aliran debit air Kali Angke menuju kawasan hilir.
“Kami menyambut baik rencana BBWS Ciliwung-Cisadane yang akan mengambil tindakan evaluasi terkait keberadaan Bendungan Polor yang kalau dihitung secara matematis itu menjadi penghambat debit air Kali Angke sehingga banjir sering kali melanda kawasan pemukiman sekitar,” ujar Taufik, Rabu (13/5/2029).
Menurutnya, saat intensitas hujan tinggi, aliran air di Kali Angke tidak mampu bergerak maksimal akibat adanya hambatan di titik tersebut. Akibatnya, air meluap dan menggenangi permukiman warga di sekitar Kampung Candulan.
Selama ini, kawasan tersebut memang dikenal sebagai salah satu titik rawan banjir di Kota Tangerang, terutama saat musim penghujan tiba.
Pemkot Tangerang berharap evaluasi yang dilakukan BBWS dapat menghasilkan solusi konkret untuk mengurangi risiko banjir yang terus berulang setiap tahun.
“Hasil evaluasi nantinya akan dibahas bersama-sama dengan lintas sektoral jadi prosesnya masih terus berjalan,” tambahnya.
Tak hanya berhenti pada evaluasi bendungan, pemerintah juga menyiapkan langkah lanjutan berupa normalisasi Kali Angke di sejumlah titik strategis. Program itu mencakup pengerukan dan peningkatan kapasitas aliran sungai mulai dari Bendungan Polor hingga kawasan Graha Raya.
Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat aliran air menuju hilir sekaligus mengurangi potensi luapan yang selama ini meresahkan warga.