Harlah Muslimat NU ke-80, Ribuan Jemaah Padati Masjid Al Akbar

Minggu, 17 Mei 2026 22:01 WIB
Ribuan Jemaah Hadiri Harlah Muslimat NU di Masjid Al Akbar Surabaya. (Foto: ig @khofifah.ip)
Ribuan Jemaah Hadiri Harlah Muslimat NU di Masjid Al Akbar Surabaya. (Foto: ig @khofifah.ip)

RADARBANGSA.COM - Peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU dan Haul Ulama serta Pejuang Perempuan yang digelar Pimpinan Wilayah Muslimat NU Jawa Timur berlangsung khidmat di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Minggu (17/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 15 ribu jemaah serta ulama dan tokoh sufi dunia, Al Sheikh Al Sayid Afeefuddin Al-Jailani.

Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU sekaligus Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan peringatan Harlah Muslimat NU tahun ini membawa pesan besar tentang perdamaian dunia melalui peran perempuan, nilai keagamaan, dan kemanusiaan.

Menurut Khofifah, Muslimat NU turut menyerukan perdamaian dunia melalui pembacaan surat pernyataan dan imbauan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang disampaikan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

“Pesan utama Harlah ke-80 Muslimat NU adalah membangun perdamaian dunia. Seruan ini tidak hanya dibacakan di Jawa Timur, tetapi juga di seluruh Indonesia dan nantinya akan disampaikan langsung kepada Sekjen PBB,” ujarnya.

Khofifah menjelaskan surat seruan perdamaian tersebut sebelumnya telah dikirim secara daring dan selanjutnya akan dikoordinasikan melalui Kementerian Luar Negeri sebelum diserahkan kepada Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran Syeikh Afeefuddin Al-Jailani beserta keluarga dalam rangkaian Harlah Muslimat NU di Jawa Timur. Kehadiran keturunan ke-19 Syekh Abdul Qadir Al-Jailani tersebut dinilai membawa keberkahan bagi seluruh jemaah yang hadir.

“Semoga keberkahan dan karomah Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengalir kepada seluruh jamaah dan membawa kebaikan bagi kita semua,” tutur Khofifah.

Selain dihadiri jamaah dari berbagai daerah di Jawa Timur, kegiatan tersebut juga diikuti Pimpinan Cabang Istimewa Muslimat NU dari sejumlah negara, termasuk Malaysia dan Jepang. Khofifah mengapresiasi semangat kemandirian kader Muslimat NU yang hadir secara mandiri, termasuk dari wilayah kepulauan seperti Kangean dan Sepudi.

Sementara itu, Al Sheikh Al Sayid Afeefuddin Al-Jailani menyampaikan apresiasinya terhadap peran Muslimat NU dalam menjaga nilai-nilai keislaman, membangun akhlak generasi muda, serta memperkuat ketahanan keluarga.

Dalam Mau’idhoh Hasanah yang disampaikannya, ia juga mengingatkan pentingnya mendidik generasi muda di tengah derasnya perkembangan teknologi dan penggunaan gawai yang berlebihan.

“Kewajiban orang tua adalah mendidik anak-anak dengan akhlak dan adab yang baik agar mereka tumbuh menjadi generasi yang membawa manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Rangkaian Harlah ke-80 Muslimat NU berlangsung penuh khidmat dengan pembacaan sholawat, Surat Yasin, tahlil, ayat suci Al-Qur’an, hingga Sholawat Badar bersama ribuan jemaah yang memadati kawasan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.



Reporter : Nabiel Ba Ramadani
Redaktur : Rahmad Novandri