IKM Pangan Makin Bersinar, Jadi Tulang Punggung Ekonomi dan Penyerap Jutaan Lapangan Kerja

Selasa, 02 Juni 2026 21:01 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (foto: istimewa)
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (foto: istimewa)

RADARBANGSA.COM - Di tengah tantangan ekonomi global yang terus berubah, industri pangan Indonesia membuktikan diri sebagai salah satu sektor paling tangguh sekaligus menjadi mesin penggerak pertumbuhan industri nasional. Tak hanya menyumbang besar terhadap perekonomian, sektor ini juga menjadi motor hilirisasi yang menciptakan nilai tambah dari bahan baku lokal dan membuka peluang usaha di berbagai daerah.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa kekuatan industri pangan nasional tidak lepas dari peran besar industri kecil dan menengah (IKM) yang tersebar di seluruh Indonesia. Saat ini, terdapat sekitar 2,07 juta unit usaha IKM pangan atau hampir separuh dari total IKM nasional yang menjadi penopang ekonomi kerakyatan.

“IKM pangan bukan hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam pemberdayaan masyarakat,” ujar Agus dalam rilisnya, 1 Juni 2026.

Kontribusi sektor ini pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Pada triwulan pertama 2026, industri makanan dan minuman menyumbang 38,35 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan. Sementara dari sisi perdagangan internasional, ekspor industri pangan pada Februari 2026 mencapai USD 4,47 miliar atau berkontribusi 24,07 persen terhadap total ekspor industri pengolahan.

Sementara itu, untuk memperkuat daya saing IKM pangan, Kementerian Perindustrian terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, hingga lembaga pendamping usaha. Salah satu mitra strategis yang aktif melakukan pembinaan adalah Yayasan Dharma Bhakti Astra yang membantu pelaku usaha melalui pengembangan kapasitas bisnis, akses pasar, dan pembiayaan.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita, menyebut keberhasilan perusahaan tersebut menjadi bukti bahwa produk pangan lokal memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

“Produk yoghurt yang dihasilkan PT BSN menunjukkan kemampuan IKM dalam menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang. Ini menjadi bukti bahwa IKM pangan lokal mampu bersaing apabila didukung inovasi dan konsistensi kualitas,” ujarnya.



Reporter : Ainur Rasyid
Redaktur : M. Isa