Yandri Gandeng UIN Banten Majukan 1.240 Desa, Mahasiswa Didorong Jadi Entrepreneur Desa

Rabu, 03 Juni 2026 22:01 WIB
Mendes PDT Yandri Susanto (foto: istimewa)
Mendes PDT Yandri Susanto (foto: istimewa)

RADARBANGSA.COM – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto membuka peluang kolaborasi besar antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mempercepat pembangunan desa. Salah satu langkah konkret yang ditawarkan adalah melibatkan civitas akademika Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten dalam pendampingan dan pemberdayaan desa.

Ajakan tersebut disampaikan Yandri saat menerima audiensi Rektor UIN SMH Banten Muhammad Ishom beserta jajaran di Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Jakarta, Selasa (2/6/2026) kemarin.

Menurut Yandri, pembangunan desa tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dengan jumlah desa yang mencapai 1.240 di Provinsi Banten dan karakteristik yang beragam, dibutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk perguruan tinggi yang memiliki sumber daya manusia dan jaringan akademik yang kuat.

Ia menilai keberadaan ribuan mahasiswa dan alumni UIN SMH Banten dapat menjadi kekuatan besar dalam mendorong kemajuan desa, terutama melalui pengembangan ekonomi dan kewirausahaan berbasis potensi lokal.

“Kalau kita sendiri tidak akan berhasil, Pak. Karena desanya terlalu banyak dan karakteristik masing-masing wilayah itu beda. Kita bimbing mahasiswa bertransformasi menjadi enterpreneurship,” ungkap Mendes Yandri.

Yandri menjelaskan, desa-desa di Indonesia memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dan belum sepenuhnya tergarap secara optimal. Berbagai program pengembangan desa seperti desa wisata, desa tematik hingga desa ekspor dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi baru jika dikelola secara serius dan berkelanjutan.

Karena itu, ia mengajak UIN SMH Banten untuk mengambil peran lebih aktif melalui program pemberdayaan masyarakat yang selaras dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat.

“Kita punya pangsa dunia itu 59 negara dengan berbagai produk yang mereka minta, sereh mereka minta. Coba kalau di Banten kita buat 10 desa sereh, cuma kalau satu desa tidak memenuhi, kurang barangnya kan. Coba kalau satu kecamatan nanam sereh, bisa itu ekspor. Atau bawang merah, jahe, banyak pokoknya,” ujarnya.



Reporter : Neli Elislah
Redaktur : M. Isa