Kepala BGN Nanik Tegaskan Efisiensi Anggaran Fokus Utama Perbaikan Tata Kelola MBG

Jum'at, 05 Juni 2026 13:01 WIB
Nanik S Deyang (Kepala BGN). (Foto: BGN)
Nanik S Deyang (Kepala BGN). (Foto: BGN)

RADARBANGSA.COM - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang menegaskan bahwa perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 dimulai dari mengoptimalkan efisiensi anggaran. 

"Kami concern hal pertama adalah untuk efisiensi, sehingga meski kini sudah tinggal Rp268 triliun, kami berharap masih bisa menurunkan lagi, tetapi tidak menurunkan kualitas," kata Nanik dilansir dari antaranews, Jumat (5/6/2026). 

Ia menegaskan, langkah efisiensi anggaran tersebut dilakukan di berbagai bidang. BGN fokus pada tiga hal, pertama yakni refocusing (penataan ulang) penerima manfaat.

"Dua, moratorium dapur titik-titik baru, dan ketiga, pembenahan dapur-dapur yang telah berdiri dan telah beroperasi agar sesuai dengan standar untuk menghasilkan makanan yang berkualitas, termasuk perbaikan dan pelatihan sumber daya manusia di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," terangnya. 

Lebih lanjut Nanik menyampaikan, apabila dapur-dapur MBG tersebut tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP), BGN secara tegas akan menangguhkan sementara atau suspend. 

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program MBG merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menekankan seluruh pelaksana program MBG memiliki peran penting dalam memastikan manfaat dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

"(Memberi) makan ini pekerjaan yang mulia bagi kita dan ini harus berhasil, akan berhasil, kalian bagian penting. Tapi, kalau kalian tidak mau bekerja dengan baik, kalian harus minggir, kalau kalian tidak bekerja dengan baik, kalau kalian tidak mau, silakan minggir. Yang penting kepentingan rakyat di atas semua kepentingan," ucap Presiden.



Reporter : Neli Elislah
Redaktur : M. Isa