RADARBANGSA.COM – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali menghadirkan peluang bagi generasi muda untuk meningkatkan daya saing di dunia kerja. Melalui program Pemagangan Nasional (MagangHub) Perguruan Tinggi Batch 2, peserta kini dapat mengikuti sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional dan dibutuhkan industri.
Pendaftaran sertifikasi kompetensi dibuka mulai 8 hingga 19 Juni 2026 melalui platform MagangHub. Program tersebut merupakan hasil kerja sama Kemnaker dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) guna memastikan peserta magang memiliki pengakuan resmi atas kemampuan yang dimiliki.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi menjadi salah satu instrumen penting dalam menjawab kebutuhan dunia kerja yang semakin kompetitif.
"Melalui sertifikasi kompetensi, peserta memperoleh pengakuan resmi atas kemampuan yang telah mereka bangun selama mengikuti program MagangHub. Sertifikat kompetensi menjadi bukti bahwa kompetensi yang dimiliki telah memenuhi standar yang dibutuhkan dunia kerja," kata Darmawansyah dalam rilisnya, Minggu (7/6/2026).
Untuk mengikuti program sertifikasi, imbuhnya, peserta diwajibkan melengkapi sejumlah dokumen persyaratan, seperti pasfoto, bukti persyaratan dasar, portofolio hasil magang, serta dokumen pendukung lainnya apabila tersedia.
Selanjutnya, peserta dapat menentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), memilih skema sertifikasi yang sesuai, menentukan Tempat Uji Kompetensi (TUK), serta menjadwalkan asesmen kompetensi.
Setiap pendaftaran yang masuk akan melalui proses verifikasi dan validasi terlebih dahulu sebelum peserta mengikuti asesmen yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Juni hingga 22 Juli 2026.
Peserta yang dinyatakan kompeten akan memperoleh sertifikat resmi yang diterbitkan oleh LSP sesuai dengan skema sertifikasi yang diikuti. Sertifikat tersebut dapat diunduh secara elektronik melalui sistem yang telah terintegrasi paling lambat 10 hari setelah keputusan sertifikasi ditetapkan.
Melalui program ini, Kemnaker berharap semakin banyak mahasiswa dan peserta magang yang memiliki kompetensi terukur dan tersertifikasi sehingga lebih siap menghadapi persaingan dunia kerja yang terus berkembang serta kebutuhan industri yang semakin spesifik.