RADARBANGSA.COM - Bonus sebesar Rp1 miliar yang diberikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kepada Persib Bandung kembali menjadi perhatian publik. Menanggapi berbagai pertanyaan mengenai sumber dana bonus tersebut, Dedi memastikan uang yang diberikan kepada tim juara Liga 1 itu berasal dari rekening tabungan pribadinya.
Gubernur yang akrab disapa KDM tersebut menjelaskan bahwa salah satu sumber dana yang masuk ke tabungan pribadinya berasal dari hasil penjualan sapi. Untuk itu, ia mengaku telah menyiapkan berbagai dokumen pendukung yang dapat menjelaskan asal-usul dana tersebut apabila sewaktu-waktu diperlukan.
“Masih ada yang bertanya urusan bonus Persib, kemudian ada yang bertanya siapa yang membeli sapinya. Saya jelaskan bahwa dana Rp1 miliar yang diberikan untuk Persib diambil dari rekening tabungan saya, dan tabungan itu salah satunya berasal dari hasil penjualan sapi,” ujar Dedi Mulyadi dalam video yang diunggah di akun media sosial pribadinya, dikutip pada Selasa, (9/6/2026).
Penjelasan itu disampaikan untuk menjawab keraguan sejumlah pihak yang mempertanyakan sumber dana bonus bagi Persib Bandung. Menurutnya, seluruh transaksi penjualan sapi yang menjadi bagian dari sumber penghasilannya telah terdokumentasi dengan baik dan dapat diverifikasi.
Ia menegaskan telah menyiapkan berbagai dokumen pendukung mulai dari bukti transaksi hingga dokumentasi pengiriman sapi.
“Nanti kalau suatu saat diperlukan, data-datanya sudah saya siapkan. Ada tanda terima, lokasi pengiriman, bukti pengiriman sapi, hingga foto penerima sapi juga lengkap,” katanya.
Dedi menjelaskan, dokumen tersebut sengaja disimpan sebagai bentuk antisipasi apabila suatu saat ada pihak yang meminta penjelasan terkait transaksi penjualan sapi maupun sumber dana bonus yang diberikan kepada Persib Bandung.
Selain bukti transaksi, data mengenai pembeli serta distribusi sapi juga telah terdokumentasi dalam arsip yang dimilikinya. Meski berbagai kritik dan pertanyaan terus bermunculan, Dedi mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut.
Menurutnya, kritik dan pengawasan dari masyarakat justru menjadi pengingat agar dirinya semakin berhati-hati dalam menjalankan tugas dan mengambil keputusan sebagai kepala daerah.
“Saya ucapkan terima kasih kepada siapa pun yang mengkritik saya, mengingatkan saya, dan mencari kesalahan saya. Dengan cara itu saya akan terus mawas diri dan berhati-hati dalam mengambil semua tindakan,” ujarnya.
Dedi menilai setiap peristiwa yang terjadi selalu membawa pelajaran dan dapat dijadikan bahan evaluasi untuk menjadi lebih baik ke depannya. Karena itu, ia memilih menjadikan kritik dan masukan dari masyarakat sebagai bagian dari proses pembelajaran dalam menjalankan amanah yang diembannya.
“Setiap apa yang kita alami pasti ada manfaatnya,” tutup Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.