Piala Dunia 2026 Jadi Momentum Pemkot Bandung Perangi Judi Online di Kalangan ASN

Selasa, 16 Juni 2026 20:01 WIB
Ilustrasi Trofi Piala Dunia FIFA 2026. (Foto: Getty Images)
Ilustrasi Trofi Piala Dunia FIFA 2026. (Foto: Getty Images)

RADARBANGSA.COM - Euforia Piala Dunia 2026 yang tengah menyedot perhatian publik tidak boleh menjadi alasan bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk mengabaikan kewajibannya sebagai pelayan masyarakat.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan disiplin kerja ASN harus tetap menjadi prioritas meski banyak pertandingan berlangsung hingga larut malam. Ia mengatakan tidak akan memberikan toleransi bagi ASN yang terlambat masuk kerja karena begadang menonton pertandingan sepak bola.

“Tidak ada toleransi. Kerja ya kerja,” kata Farhan dalam keterangan tertulisnya pada, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, menonton pertandingan sepak bola merupakan hal yang wajar dilakukan masyarakat, termasuk ASN. Namun, aktivitas tersebut tidak boleh mengganggu pelaksanaan tugas dan tanggung jawab di lingkungan kerja. Ia menekankan profesionalitas ASN harus tetap dijaga meskipun suasana Piala Dunia sedang berlangsung meriah di berbagai kalangan.

“Boleh nonton, tapi jangan sampai mengganggu kinerja. Tugas tetap harus diutamakan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan ASN agar tidak memanfaatkan jam kerja untuk menyaksikan pertandingan, baik secara langsung maupun melalui perangkat digital di lingkungan kantor. Ia menegaskan pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan optimal. Di sisi lain, Pemkot Bandung berupaya mengakomodasi tingginya antusiasme warga terhadap ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah penyelenggaraan kegiatan nonton bareng (nobar) pada akhir pekan melalui kerja sama dengan TVRI.

“Kalau untuk akhir pekan, mungkin kita coba ngobrol dengan TVRI, mudah-mudahan bisa bikin acara nobar,” kata Farhan.

Ia berharap masyarakat dapat menikmati kemeriahan Piala Dunia 2026 dengan tetap mengedepankan tanggung jawab masing-masing, baik sebagai pekerja, pelajar, maupun anggota masyarakat.

“Silakan menikmati, tapi tetap harus bertanggung jawab. Jangan sampai karena nonton, kerja jadi terganggu,” katanya.



Reporter : Abdul Rahman Wahid
Redaktur : Rahmad Novandri